Protes Kenaikan Harga Roti di Sudan Berujung Bentrok

Willy Haryono    •    Minggu, 07 Jan 2018 13:08 WIB
politik sudan
Protes Kenaikan Harga Roti di Sudan Berujung Bentrok
Aktivitas jual beli roti di Sudan. (Foto: AFP/Getty)

Sennar: Bentrokan terjadi di Sudan antara polisi dengan mahasiswa yang berunjuk rasa memprotes naiknya harga roti, di tengah seruan kubu oposisi untuk menggelar demonstrasi anti-pemerintah, Sabtu 6 Januari 2018. 

Harga roti di Sudan melonjak hampir dua kali lipat sejak Jumat kemarin, setelah sejumlah perusahaan menaikkan harga terigu. Naiknya harga terigu dipicu berkurangnya pasokan gandum setelah pemerintah Sudan menghentikan impornya. 

Pemerintah Sudan juga mencabut subsidi roti sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran belanja negara 2018. 

"Masyarakat semua, perjuangkan hak-hak kalian," teriak para mahasiswa di kota Sennar, seperti dikutip The New Arab. Demonstrasi ini juga diikuti masyarakat sekitar.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membebaskan sekitar 400 pedemo. Sejumlah saksi mata mengatakan kepada AFP beberapa pemilik toko di Sennar memilih menutup usaha mereka saat demonstrasi terjadi.

Foto dan video demonstrasi di Sennar muncul di media sosial. Terdengar sejumlah demonstran yang meneriakkan kecaman dan membakar ban di tengah jalan. 

Sudan mengimplementasikan serangkaian kebijakan ekonomi yang tidak populer di kalangan warga atas rekomendasi Dana Moneter Internasional (IMF). Implementasi dilakukan demi mendongrak perekonomian Sudan yang sedang lesu.

Perekonomian Sudan memburuk sejak berpisahnya kawasan selatan pada 2011, di mana 75 persen cadangan minyak terdapat di sana. Sektor minyak berkontribusi terhadap lebih dari separuh pemasukan Sudan.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA