25 Orang Tewas dalam Serangan Arab Saudi di Pasar Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 19 Jun 2017 08:00 WIB
konflik yaman
25 Orang Tewas dalam Serangan Arab Saudi di Pasar Yaman
Sebuah pesawat jet tempur dalam latihan militer gabungan Arab Saudi dan Sudan di Khartoum, 9 April 2017. (Foto: Ebrahim Hamid - Anadolu Agency)

Metrotvnews.com, Saada: Sedikitnya 25 warga Yaman tewas saat pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di sebuah pasar di provinsi Saada, Yaman.

Kepala Departemen Kesehatan di Saada, Dr Abdelilah al-Azzi, mengatakan bahwa pesawat koalisi melakukan dua serangan di pasar al-Mashnaq di distrik Shada yang berbatasan dengan Arab Saudi. 

"Tim penolong tidak dapat mencapai area kejadian selama beberapa waktu karena takut terkena tembakan artileri," kata al-Azzi kepada Reuters via sambungan telepon, Minggu 18 Juni 2017.

Reuters tidak dapat mengonfirmasi secara independen karenanya area kejadian sangat dekat dengan garis depan pertempuran. Namun beberapa kantor berita Yaman melaporkan adanya serangan udara di al-Mashnaq. 

Sebuah serangan udara koalisi Arab Saudi menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya di pasar kota Khoukha, Yaman, pada Maret lalu. 

Khoukha dan kota Hodeidah dikuasai pemberontak Houthi yang telah menguasai ibu kota Sanaa sejak 2014. Pergerakan Houthi ke kota Aden memaksa Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi.

Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang, membuat lebih dari tiga juta kehilangan tempat tinggal dan menghancurkan banyak infrastruktur. 

Koalisi pimpinan Arab Saudi dibentuk pada 2015 untuk memerangi Houthi dan pasukan loyalis mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Menurut laporan PBB, warga di hampir separuh provinsi Yaman terancam kelaparan akibat konflik berkepanjangan.


(WIL)

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

37 minutes Ago

Serangan teror yang semakin meningkat di Benua Eropa beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran…

BERITA LAINNYA