Kapal Perang AS Diserang Dua Rudal Pemberontak Houthi

Arpan Rahman    •    Senin, 10 Oct 2016 18:13 WIB
konflik yaman
Kapal Perang AS Diserang Dua Rudal Pemberontak Houthi
Ilustrasi rudal yang dilepaskan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sanaa: Sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS diserang rudal, Minggu 9 Oktober malam, di lepas pantai Yaman.
 
Dua rudal yang gagal mencapai sasaran kapal USS Mason diluncurkan dari wilayah Yaman yang dikuasai oleh pemberontak Houthi blok-Iran, menurut juru bicara militer AS.
 
"USS Mason mendeteksi dua rudal yang meluncur selama 60 menit di Laut Merah lepas pantai Yaman," kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis, seperti dikutip Daily Mail, Senin (10/10/2016).
 
"Kedua rudal jatuh di air sebelum mencapai kapal. Tidak ada pelaut kami yang cedera dan tidak ada kerusakan kapal," tambahnya.
 
Rudal yang diluncurkan adalah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman. Tampaknya menargetkan pangkalan udara Arab Saudi di dekat kota suci Mekkah, menjadi serangan terjauh dalam konflik antara kerajaan Saudi dengan pemberontak Syiah dan sekutunya.
 
Pemberontak Syiah asal Yaman yang dikenal sebagai Houthi dan sekutu mereka tidak memberi alasan peluncuran rudal. Gempuran ini terjadi setelah serangan udara yang dipimpin Saudi menyasar upacara pemakaman di ibukota Yaman menewaskan lebih dari 140 orang dan melukai 525, pada Sabtu 8 Oktober.


Pemberontak Houthi di Yaman (Foto: AFP)
 
 
USS Mason, kelas Arleigh Burke merupakan kapal perusak berpeluru kendali, yang berpangkalan di Norfolk, Virginia.
 
Letnan Ian McConnaughey, juru bicara Komando Pusat Pasukan AL AS, Senin 10 Oktober, mengatakan tidak jelas apakah USS Mason secara khusus menjadi target, meskipun rudal ditembakkan ke arahnya. Peluncuran dimulai sekitar pukul 19:00 waktu setempat.
 
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, USS Mason menggunakan langkah-langkah defensif di atas kapal setelah rudal pertama ditembakkan, tetapi tidak jelas apakah yang menyebabkan rudal meleset jatuh tanpa bahaya ke laut.
 
Kapal perusak itu pada saat ditembak peluru kendali sedang berada di utara Selat Bab el-Mandeb, yang berfungsi sebagai pintu gerbang bagi kapal tanker minyak menuju ke Eropa melalui Terusan Suez, kata pejabat itu.
 
Pekan lalu, sebuah kapal cepat sewaan Uni Emirat Arab (UEA) dihujani serangan roket di dekat wilayah yang sama. UEA menggambarkan kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan dan bermuatan awak warga sipil, sementara pemberontak Houthi menyebutnya kapal perang.
 
Sementara itu, televisi pemerintah Saudi menayangkan video klip singkat sebuah proyektil yang telah jatuh di Taif dalam serangan rudal balistik.
 
Video menunjukkan kilatan ledakan, diikuti gambar beberapa kendaraan darurat. Taif adalah markas dari pangkalan udara militer Raja Fahd Arab Saudi, yang menjadi basis personel militer AS melatih pasukan bersenjata kerajaan itu.
 
Militer Saudi mengatakan, rudal yang ditembakkan, Sabtu 8 Oktober larut malam, tidak menyebabkan kerusakan. Pusat Komando militer AS, yang mengawasi pasukan di Timur Tengah, tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.
 
Al-Masirah, saluran berita satelit dikelola pemberontak Syiah Yaman yang dikenal sebagai Houthi, mengidentifikasi rudal itu sebagai varian lokal dari rudal Scud era Uni Soviet. Dikatakan, rudal Volcano-1 menargetkan pangkalan udara.
 
Houthi telah menembakkan serangkaian rudal balistik ke Arab Saudi sejak koalisi negara-negara Arab yang dipimpin kerajaan itu melancarkan serangan terhadap mereka di Yaman, Maret 2015.
 
Kebanyakan rudal balistik telah menghantam daerah yang lebih dekat dengan perbatasan Arab Saudi-Yaman, seperti serangan Jumat 7 Oktober malam, yang menargetkan kawasan barat daya kota Khamis Mushait.
 
Dalam serangan Taif, rudal menghantam target lebih dari 523 km dari perbatasan. Taif terletak di luar Mekah, yang menjadi lokasi Ka'bah, kiblat bagi umat Muslim sedunia.
 
Militer Saudi juga mengatakan, sebelumnya telah mencegat rudal balistik lain yang meluncur, Minggu 9 Oktober, di kota Marib, Yaman.
 
Perang Yaman sebagian besar dibayangi oleh konflik terhadap ISIS tempat lain di Timur Tengah, meskipun kelompok HAM telah meningkatkan kritik terhadap serangan udara yang dipimpin Saudi dalam beberapa bulan terakhir lantaran membunuh warga sipil.
 
PBB dan kelompok-kelompok HAM memperkirakan konflik telah menewaskan sedikitnya 9.000 orang dan pengungsi hampir tiga juta lebih.

(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA