Irak Umumkan Kemenangan Besar Terbaru atas ISIS

Arpan Rahman    •    Sabtu, 02 Sep 2017 14:08 WIB
isis
Irak Umumkan Kemenangan Besar Terbaru atas ISIS
Militer Irak makin gencar operasi memberantas ISIS (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Tal Afar: Irak menyatakan bahwa pasukannya telah merebut kembali kota Tal Afar di utara dan wilayah sekitarnya. Perebutan itu menjadi kemenangan besar terbaru atas kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
ISIS -- yang menguasai hampir sepertiga dari Irak pada 2014 sempat memberi kekalahan yang memalukan bagi tentara dan polisi -- sekarang hanya menguasai hampir 10 persen negara tersebut, menurut koalisi internasional dipimpin Amerika Serikat (AS) yang memerangi para militan.
 
Pengumuman jatuhnya Tal Afar, di provinsi utara Niniwe pada Kamis 31 Agustus, merubuhkan ISIS dari apa yang dulunya merupakan pusat pasokan utama antara wilayahnya di Irak dan negara tetangga Suriah.
 
Sesudah pertempuran 12 hari digencarkan pasukan Irak didukung serangan udara koalisi dan pejuang paramiliter Syiah, Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan bahwa Tal Afar telah "kembali ke pangkuan wilayah nasional".
 
Dia bersumpah hendak membebaskan "setiap inci wilayah Irak" dari kelompok tersebut.
 
"Kami katakan kepada para bandit ISIS: di manapun Anda berada, kami akan membebaskannya dan Anda tidak punya pilihan selain mati atau menyerah," kata Abadi, seperti dikutip AFP, Sabtu 2 September 2017.
 
Direbutnya kembali provinsi Nineveh terjadi beberapa pekan setelah pasukan Irak menyingkirkan militan dari ibu kota provinsi Mosul, tiga tahun sesudah para jihadis mengumumkan "kekhalifahan" meliputi wilayah Irak dan Suriah yang dilanda perang.
 
Seperti yang dijanjikan oleh pejabat Irak, kemenangan tersebut juga tiba pada waktunya untuk merayakan Idul Adha, yang dimulai pada Jumat bagi kaum Sunni Irak dan pada Sabtu untuk kaum Syiah.
 
Andrew A. Croft, wakil komandan koalisi, mengatakan cepatnya Tal Afar dan daerah sekitarnya direbut kembali adalah "tanda positif".
 
Menunjukkan "kemampuan pasukan Irak melawan ISIS di Irak. Mereka telah membuktikan bahwa strategi (koalisi) itu berjalan," katanya.
 
Kemenangan menakjubkan
 
ISIS kehilangan sebagian besar wilayah yang dikuasainya di kedua negara dan ribuan pejuangnya terbunuh sejak akhir 2014, saat koalisi dibentuk demi mengalahkan kelompok tersebut.
 
Namun militan ISIS terus mengklaim serangan di Timur Tengah dan Eropa. Dalam sebuah pernyataan, koalisi melawan ISIS mengucapkan selamat kepada Abadi dan pasukan keamanan Irak "atas kemenangan mereka yang menakjubkan di Tal Afar" dan provinsi Niniwe.
 
Namun, ia memperingatkan bahwa "pekerjaan berbahaya tetap harus sepenuhnya dikerjakan buat memberangus perangkat peledak, mengidentifikasi pejuang ISIS dalam persembunyian dan melenyapkan militan ISIS yang tersisa, sehingga mereka tidak lagi mengancam keamanan Tal Afar."
 
Croft berkata, pasukan Irak membunuh antara 600 dan 700 pejuang IS selama pertempuran untuk merebut Tal Afar, sementara sekitar 100 lainnya telah menyerah.
 
Pejuang ISIS di Irak sekarang hanya menguasai kota Hawija sekitar 300 kilometer utara Baghdad, serta beberapa wilayah di provinsi Anbar gurun barat yang luas di sepanjang perbatasan dengan Suriah.
 
Daerah dominasi Syiah
 
Militan menguasai Tal Afar, daerah dominasi Syiah di provinsi yang didominasi Sunni, pada Juni 2014. Kota ini terletak sekitar 450 kilometer barat daya ibu kota Baghdad dan sekitar 70 kilometer sebelah barat Mosul, kota kedua di Irak.
 
Saat ini, Tal Afar berpenduduk sekitar 200.000, namun tidak jelas berapa banyak yang tersisa saat pertempuran merebut kembali kota tersebut diluncurkan pada 20 Agustus.
 
Sejumlah pejabat mengungkapkan, pendudukan cepat Tal Afar akan membuat para militan lebih sulit mengangkut pejuang dan senjata antara Irak dan Suriah.
 
Otoritas telah menuduh sekitar 1.000 jihadis diyakini berada di kota tersebut saat operasi dilancarkan. Mereka menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia selama serangan udara Irak dan koalisi.
 
Kemajuan di Tal Afar jauh lebih cepat daripada di Mosul, kota kedua Irak yang jatuh setelah pertempuran selama sembilan bulan yang melelahkan dimulai pada Oktober 2016.
 
ISIS juga mengalami kerugian besar di Suriah, di mana pejuang yang didukung AS telah merebut kembali lebih dari separuh ibu kota de facto Suriah, Raqa.
 
Otoritas Irak sekarang diperkirakan akan melancarkan serangan baru terhadap ISIS di kubu mereka, Hawija di provinsi Kirkuk. Tapi pertarungan merebut kota ini diperkirakan akan lebih rumit karena lokasinya.
 
Provinsi Kirkuk yang kaya minyak berada di tengah sengketa panjang dan sumber ketegangan yang masih muncul antara pemerintah federal Irak dengan otoritas Kurdi regional.
 
Serangan menargetkan Hawija juga bisa ditunda karena referendum mengenai kemerdekaan Kurdi yang direncanakan pada 25 September -- yang oleh Baghdad disebut "terlalu dini".



(FJR)