Pekerja asal AS Dibebaskan setelah 3 Tahun Ditahan di Mesir

Arpan Rahman    •    Senin, 17 Apr 2017 14:01 WIB
politik mesir
Pekerja asal AS Dibebaskan setelah 3 Tahun Ditahan di Mesir
Aya Hijazi ditahan pada 2014 atas tuduhan pelecehan anak dan perdagangan manusia. (Foto: Reuters/Mohamed Abd El Ghany)

Metrotvnews.com, Kairo: Pengadilan Mesir membebaskan seorang pekerja bantuan asal Amerika Serikat (AS), Minggu 16 April 2017, setelah dirinya menghabiskan hampir tiga tahun dalam tahanan praperadilan di Kairo.

Ruang sidang meriah dengan sorak-sorai setelah Aya Hijazi, 30, dibebaskan dari dakwaan pelecehan anak dan perdagangan manusia. Hakim Pengadilan Pidana Kairo Mohamed el-Feqqi juga membebaskan semua tuduhan terhadap suaminya asal Mesir, Mohamed Hassanein, dan enam terdakwa lainnya.

Hijazi, yang memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Mesir, ditangkap pada Mei 2014 dengan beberapa lainnya di Beladi Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang ia didirikan untuk merawat anak-anak jalanan di Kairo. 

Ia dibesarkan di Virginia dan merupakan seorang sarjana dari George Mason's School for Conflict Analysis and Resolution di Fairfax, Virginia. Hijazi pindah ke Kairo untuk bekerja dengan anak-anak jalanan.

Jaksa menuduh dirinya terlibat perdagangan manusia dan pelecehan seksual terhadap anak-anak selama pengasuhan. Ancaman tuntutannya berkisar lima tahun penjara hingga seumur hidup.

"Kasus Aya Hijazi dan sejumlah terdakwa lain telah menjadi parodi keadilan," kata Joe Stork, wakil direktur Timur Tengah untuk Human Rights Watch, sebelum putusan. 

"Tergugat sudah tidak bisa bertemu secara pribadi dengan pengacara, sidang telah berulang kali ditunda untuk waktu yang lama, sementara pengadilan menolak secara rutin, tanpa penjelasan, banyak permintaan untuk pembebasan dengan jaminan, sehingga apa yang tampaknya terjadi ialah penahanan sewenang-wenang," bubuhnya, seperti dinukil UPI, Minggu 16 April 2017.

Sebuah laporan forensik menyimpulkan pelecehan terhadap anak terjadi sebelum 2014. Dan pembela berargumen bahwa sejumlah bukti sudah direkayasa.

Ribuan warga Mesir telah ditahan atau dihilangkan secara paksa oleh pasukan keamanan sejak Abdel Fatah al-Sissi memimpin kudeta terhadap Presiden Mohamed Morsi di musim panas 2013.

Pada 3 April, Presiden Donald Trump dan Sisi bertemu di Washington, kunjungan pertamanya ke Negeri Paman Sam sejak berkuasa di Mesir.



(WIL)