Menguat di Pasifik, Badai Irma Bergerak Menuju Dua Situs Wisata

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Sep 2017 13:23 WIB
topan badai
Menguat di Pasifik, Badai Irma Bergerak Menuju Dua Situs Wisata
Air laut meninggi menjelang kedatangan Badai Irma ke Puerto Rico, 5 September 2017. (Foto: AFP/RICARDO ARDUENGO)

Metrotvnews.com, Paris: Badai Irma ternyata bukan angin ribut yang biasanya melanda Samudra Atlantik. Ahli metereologi mengungkapkan, badai dengan kekuatan semacam ini belum pernah terbentuk di sana.

Badai kategori lima itu disebut-sebut bakal menghantam situs wisata ternama di Saint Martin dan Saint Barthelemy. Badan metereologi menyarankan penduduk di pulau-pulau kecil Karibia untuk berlindung saat badai besar mendekat.

Dilansir laman AFP, Rabu 6 September 2017, otoritas peringatan cuaca Prancis memprediksi akan adanyaombak besar di wilayah pesisir dengan ketinggian hingga 12 meter.

"Irma adalah badai besar yang belum pernah 'berkunjung' ke Atlantik sebelumnya," ujar Meteo France, Badan Peringatan Bencana Prancis.

Meteo France memprediksi Irma akan memicu musibah banjir di sejumlah area dataran rendah.

"Wilayah di Marigot dan Grand Case di Pulau Franco-Belanda, Saint-Martin dan Gustavia juga akan menjadi wilayah utama terkena dampak badai ini," lanjut mereka.

Irma diperkirakan membawa hujan lebat dengan kerapatan 200-400 milimeter. Saat ini, Badai Irma semakin menguat dengan kecepatan embusan angin hingga 360 kilometer per jam di dekat Lesser Antilles.



Pemerintah wilayah Florida dan pulau-pulau wisata di Karibia memerintahkan para wisatawan untuk segera mengungsi atau meninggalkan lokasi.

Tujuan wisata populer Saint Barthelemy dan Saint Martin - sebuah pulau terpisah yang masih masuk teritori Prancis dan Belanda - sudah mulai ditutup. 

Pengungsian untuk 11 ribu orang di dekat kedua pulau tersebut sedang dibangun. Sementara itu, sejumlah gereja diminta untuk berkontribusi dalam membantu para pengungsi.

Pemerintah daerah setempat memerintahkan warga yang tinggal di pesisir dan sejumlah area yang mudah tergenang air untuk berlindung dan pindah sementara ke dataran tinggi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sudah mengumumkan status darurat untuk Florida, Puerto Riko dan Kepulauan Virgin.

 


(WIL)