Dipenjara, 58 Pencari Suaka di Nauru Berusaha Bunuh Diri

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Oct 2016 18:04 WIB
imigran gelap
Dipenjara, 58 Pencari Suaka di Nauru Berusaha Bunuh Diri
Anak-anak pengungsi dan pencari suaka di Nauru (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Nauru: Sebanyak 58 pencari suaka yang berada di sebuah pulau kecil di Pasifik diduga sedang melakukan usaha bunuh diri.

Pasalnya, mereka saat ini sedang ditahan dalam sebuah penjara di Nauru karena mereka tak memenuhi syarat untuk menjadi pencari suaka dan batas waktu mereka telah habis.

Berdasarkan kebijakan imigrasi Australia, para pencari suaka dicegat ketika berusaha mencapai negara dengan perahu. Lalu, mereka ditempatkan di Nauru maupun Manus di Papua Nugini.

Seorang pejabat sekaligus pengamat internasional bernama Anna Keistat menghabiskan enam hari di Nauru untuk melihat kehidupan sesungguhnya para pengungsi dan pencari suaka.

"Saya bertemu dengan anak-anak berusia sembilan tahun yang mencoba untuk mengakhiri hidupnya dan berbicara secara terbuka terkait tempat penampungan," kata Keistat, seperti dikutip Reuters, Senin (11/10/2016).



Saat ini, terdapat 410 pencari suaka yang ditahan di Nauru. Mereka telah dikonfirmasi sebagai pengungsi selama beberapa tahun.

Meskipun berstatus pengungsi, mereka terus dibatasi akomodasinya, terutama perawatan medis. Anak-anak pengungsi dan pencari suaka pun sakit secara fisik dan mental.

Setelah melihat kejadian itu, Keistat lalu mengkritik kebijakan imigrasi Australia yang dinilainya gagal dalam mengelola para pengungsi dan pencari suaka.

Tak hanya Keistat dan kelompok HAM, Perserikatan Bangsa-Bangsa terang-terangan mengkritik Nauru yang gagal melindungi para anak-anak pengungsi dan pencari suaka.

Namun, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mengelak dan mengatakan bahwa strategi tersebut adalah salah satu langkah untuk mengatur pemukiman kembali bagi para pencari suaka.

Sementara, pusat penahanan di Manus, Papua Nugini tetap menahan 823 orang, padahal pusat penahanan ini sudah diminta Mahkamah Agung Papua Nugini untuk ditutup.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA