Program Sekolah Adiwiyata Indonesia Menarik Perhatian UNESCO

Sonya Michaella    •    Selasa, 29 Nov 2016 12:35 WIB
indonesia-senegal
Program Sekolah Adiwiyata Indonesia Menarik Perhatian UNESCO
Dubes Mansyur ketika terima delegari RI di KBRI Dakar (Foto: Dok. KBRI Dakar)

Metrotvnews.com, Dakar: Badan PBB untuk urusan pendidikan, UNESCO, di Senegal, memuji peran dan dukungan Pemerintah Indonesia dalam memaksimalkan peran sekolah untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Pasalnya, Indonesia mengembangkan kurikulum berbasis lingkungan tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Terkait memerangi perubahan iklim, Indonesia termasuk negara unggulan, bersanding dengan Prancis dan Denmark. 

Delegasi dan peserta pertemuan yang berasal dari sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, Denmark, Jepang, Brasil sangat terkesan dan terkejut dengan kurikulum berbasis lingkungan yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Ketika sekolah-sekolah di Amerika dan Eropa baru akan menyusun kurikulum seperti ini, Pemerintah Indonesia sudah memiliki sekolah adiwiyata yang jumlahnya saat ini mencapai ribuan.

"Kami bangga dengan sistem pendidikan di Indonesia yang sudah maju dan mendunia, bahkan dapat menjadi panutan bagi negara lain khususnya dalam bidang lingkungan hidup yang diajarkan sejak usia dini," ucap Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran, seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (29/11/2016).



Delegasi RI yang terdiri dari Koordinator Nasional ASPnet - UNESCO (Associated Schools Project Network), Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bukti Asam, Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 27 Jakarta, dan Kepala Sekolah Islam (Amalina Islamic School), berpartisipasi pada pertemuan "Training of Trainers on the Whole-Institution Approach to Climate Change" di kantor UNESCO di Dakar, Senegal.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta melakukan brainstorming mengenai bagaimana menjamin partisipasi inklusif dari sekolah serta mewujudkan rencana aksi dan pendekatan institusional dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Dalam kaitan ini, delegasi RI memperkenalkan program 'Adiwiyata' yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak tahun 2006.

Adiwiyata adalah program yang bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Dijelaskan oleh delegasi RI, bahwa pada awalnya program Adiwiyata dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.

Tujuan pertemuan tersebut adalah mencari cara bagaimana meningkatkan peran dan kontribusi sekolah dalam mengurangi dampak climate change.
(FJR)