Usai Tragedi 7K9268, Turis Beramai-ramai Tinggalkan Mesir

Willy Haryono    •    Kamis, 12 Nov 2015 14:04 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Usai Tragedi 7K9268, Turis Beramai-ramai Tinggalkan Mesir
Area resor Sharm el-Sheikh di Mesir, 10 November 2015, tidak seramai biasanya setelah tragedi pesawat jatuh di Sinai pada akhir Oktober. (Foto: AFP/MOHAMED EL-SHAHED)

Metrotvnews.com, Sharm el-Sheikh: Sektor pariwisata Mesir melonjak drastis setelah jatuhnya pesawat maskapai Rusia di area pegunungan Sinai pada akhir Oktober. 

Pesawat maskapai Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268 jatuh 23 menit usai lepas landas dari bandara Sharm el-Sheikh menuju Saint Petersburg, Rusia. Seluruh penumpang dan kru dengan total 224 orang meninggal dunia. 

Hampir 80 persen reservasi hotel di Sharm el-Sheikh dibatalkan setelah tragedi 7K9268, dan sedikitnya 40 persen turis asing telah meninggalkan area resor ternama di Mesir tersebut. Sebagian besar yang pergi adalah turis Rusia dan Inggris.

"Mereka semua tidak akan kembali lagi. Kami tidak akan kedatangan turis lagi, paling hanya ada sedikit dari Ukraina dan Belarusia," kata kepala badan pariwisata di Sharm el-Sheikh, Hussein Fawyz, kepada Associated Press via sambungan telepon, Rabu (11/11/2015). 

Moskow telah membekukan semua penerbangan ke Mesir untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini merupakan pukulan telak bagi pariwisata Mesir, karena saat ini adalah puncaknya musim liburan turis dari Eropa. Inggris dan Irlandia juga sudah membekukan penerbangan ke Sharm el-Sheikh. 

Petinggi Amerika Serikat dan Inggris mengatakan tragedi 7K9268 kemungkinan besar diakibatkan ledakan bom di dalam pesawat. 

Kelompok militan Islamic State (ISIS) cabang Sinai mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya 7K9268. Rusia sempat mementahkan klaim ISIS, namun akhirnya mengakui ada kemungkinan bom memang penyebab jatuhnya pesawat.


(WIL)