Ulama Senior Arab Saudi: Wanita Tidak Perlu Pakai Abaya

Arpan Rahman    •    Senin, 12 Feb 2018 13:06 WIB
arab saudi
Ulama Senior Arab Saudi: Wanita Tidak Perlu Pakai Abaya
Wanita Arab Saudi diwajibkan memakai abaya di ruang publik. (Foto: AFP/Getty)

Riyadh: Wanita Arab Saudi seharusnya tidak perlu mengenakan abaya, salah satu pakaian berjenis jubah yang banyak digunakan di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan salah satu ulama senior Riyadh: Syekh Abdullah al-Mutlaq.

Menjabat anggota Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi, Syekh Mutlaq mengatakan wanita memang harus berpakaian sopan dan tertutup, bukan bukan berarti wajib mengenakan abaya.

Menurut hukum di Arab Saudi saat ini, seluruh wanita diharuskan mengenakan abaya.

Intervensi sang ulama dilakukan di tengah gerakan memodernisasi elemen kehidupan masyarakat Arab Saudi, terutama mengenai perempuan.

"Lebih dari 90 persen wanita Muslim yang sholehah di dunia Muslim tidak memakai abaya. Jadi, kita seharusnya tidak memaksa wanita untuk mengenakan abaya," kata Syekh Mutlaq, seperti dilansir BBC, Minggu 11 Februari 2018.

Ini kali pertama seorang ulama senior Riyadh membuat pernyataan semacam itu, yang bisa saja dijadikan dasar perubahan hukum Arab Saudi di masa mendatang.

Pernyataan Syekh menimbulkan reaksi beragam di dunia maya. Sebagian mendukung, dan ada yang menentang.

Pro Kontra

"Abaya adalah masalah tradisi di salah satu daerah kita dan telah berlaku untuk semua. Ini bukan masalah agama," tulis salah satu pengguna Twitter, Mashari Ghamdi.

"Bahkan jika seratus fatwa telah dikeluarkan, saya bersumpah kepada Tuhan bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan abaya saya. Jangan dengarkan fatwa itu ..." tulis pengguna Twitter lainnya, @Kooshe90.

Wanita Arab Saudi yang ketahuan tidak memakai abaya di tempat umum berpotensi ditahan polisi syariah. 

Pada 2016, menurut laporan kantor berita Reuters, seorang wanita Arab Saudi ditahan karena melepas abaya di sebuah jalan utama Riyadh.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, wanita Arab Saudi mulai mengenakan abaya yang lebih berwarna-warni, tidak hanya hitam. Terdapat pula tren menggunakan variasi abaya terbuka yang dikenakan di atas rok panjang atau celana jeans di beberapa wilayah Arab Saudi. 

Tahun lalu, Arab Saudi telah mencabut larangan operasional bioskop komersial yang telah diterapkan lebih dari tiga dekade. Bioskop pertama dijadwalkan dibuka untuk umum pada Maret tahun ini.

Desember lalu, ribuan wanita Arab Saudi bersorak dan berteriak senang dalam tepuk tangan meriah dalam konser publik pertama seorang penyanyi wanita.


(WIL)