Peneliti: Persaingan Pangeran-Pangeran Arab Makin Ketat

Sonya Michaella    •    Selasa, 21 Nov 2017 15:54 WIB
politik arab saudi
Peneliti: Persaingan Pangeran-Pangeran Arab Makin Ketat
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman tengah menata ulang monarki (Foto: AFP).

Jakarta: Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman diperkirakan kini sedang menata ulang monarki atau struktur kerajaannya. Hal ini diungkapkan oleh peneliti senior kawasan Timur Tengah UIN, Ali Muhanif.

"Ekskalasi politik Arab Saudi ini adalah sebagian dari dinamika rezim dan krisis keluarga,” kata Ali, ketika ditemui di Kantor CDCC, Jakarta, Selasa 21 November 2017.

"Penataan sistem monarki ini berpengaruh kepada pangeran-pangerannya. Perlu diingat, ada 1.114 pangeran Arab Saudi keturunan Al Saud yang bisa menduduki posisi strategis di pemerintahan," lanjut dia.

Kondisi seperti ini, ungkapnya, tentu tidak diinginkan oleh Salman. Maka dari itu, 'bersih-bersih' kabinet pemerintahan pun terpaksa dilakukannya.

"Ini yang Salman lakukan. Merapikan persaingan antar pangeran," tukas Ali lagi.

Pembersihan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian langkah dramatis oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman demi menegaskan pengaruh Saudi secara internasional. Selain mengumpulkan lebih banyak kekuatan untuk dirinya sendiri di dalam negeri.

Berusia 32 tahun, putra mahkota sudah menjadi suara dominan di militer Arab Saudi, kebijakan luar negeri, sosial dan ekonomi. Hal ini memicu kecemburuan beberapa anggota keluarga kerajaan yang menilai putra mahkota memiliki terlalu banyak kekuasaan di usia muda. 

Perkembangan kawasan Timur Tengah pun menjadi salah satu faktor, salah satunya adalah peran Iran yang kini dirasa semakin menonjol.


(FJR)