Arab Saudi Dukung Akses Kemanusiaan dan Komersial ke Yaman Dibuka

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 17 Nov 2017 18:08 WIB
konflik yamanpolitik arab saudi
Arab Saudi Dukung Akses Kemanusiaan dan Komersial ke Yaman Dibuka
Bocah Yaman yang hidup di dalam lokasi pengungsian di Kota Hodeidah (Foto: AFP).

Jakarta: Koalisi Arab Saudi mendukung Pemerintah yang sah di Yaman mengeluarkan keputusan untuk membuka kembali akses kemanusiaan dan komersial ke semua pelabuhan. Tindakan ini merupakan bentuk tanggapan atas terus berlanjutnya pelanggaran terkait resolusi Dewan Keamanan, termasuk resolusi Dewan Keamanan No. 2261 dan No. 2231.

Perpecahan yang terjadi di Yaman selama dua tahun terakhir dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Riyadh dan negara-negara tetangga. Pasalnya, mereka menyebut ini pelanggaran jelas terhadap norma dan hukum-hukum internasional serta Piagam PBB.

"Maka dalam rangka melanjutkan upaya-upaya untuk mengurangi penderitaan rakyat Yaman, dengan ini pihak koalisi yang telah melakukan konsultasi dan kesepakatan penuh dengan pemerintah Yaman," demikian dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat, 17 November 2017.

Dibukanya kembali bandara dan pelabuhan di Yaman ini untuk memungkinkan transportasi yang aman bagi kegiatan dan bantuan kemanusiaan serta pengiriman komersial.

Langkah pertama dalam proses ini akan diambil dalam 24 jam ke depan dan akan mencakup pembukaan kembali semua pelabuhan di wilayah yang dikuasai pemerintah sah, seperti Aden, Mukalla dan Makha.

"Koalisi berharap bahwa langkah-langkah segera dan awal ini akan membantu  meringankan penderitaan rakyat Yaman," imbuh mereka.

Hingga saat ini, pihak koalisi Saudi tengah mengerjakan sebuah rencana komprehensif untuk bantuan kemanusiaan, termasuk tinjauan prosedur inspeksi dan verifikasi.

Sehubungan dengan pelatihan lain yang saat ini berada di bawah kontrol pemberontak, aliansi ini meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengirim tim ahli ke Pusat Komando Koalisi di Riyadh untuk meninjau prosedur mekanisme verifikasi dan pemeriksaan PBB (UNVIM).

"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mekanisme dimaksud agar lebih efektif yang ditujukan untuk memfasilitasi arus pengiriman kemanusiaan dan komersial," katanya.

Tak hanya itu, pada saat yang sama, hal ini dapat mencegah penyelundupan senjata, amunisi, komponen-komponen rudal dan uang tunai yang diberikan secara terorganisir oleh Iran dan mitranya pada pemberontak Houthi. "Yang jelas hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan No. 2216 dan No. 2231," lanjut mereka.

Di sisi lain, koalisi akan menyiapkan proposal untuk pengoperasian pelabuhan Hodeidah dan bandara Sanaa yang tengah berlangsung. Koalisi akan terus bekerja secara konstruktif dengan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Ismail Walad Sheikh Ahmad.

Koalisi Arab Saudi juga menuturkan akan mengambil semua langkah tepat untuk memastikan penyampaian bantuan kemanusiaan dan akses komersial. Mereka juga ingin mengakhiri perdagangan senjata dan amunisi ke pemberontak dan sekutunya sesuai dengan resolusi terkait Dewan Keamanan PBB.

"Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali komitmennya dan semua anggota koalisi untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan kepada pemerintah dan rakyat Yaman guna membantu mengatasi semua hambatan bagi perdamaian dan keamanan di Yaman serta dapat meringankan penderitaan rakyatnya," tutup mereka.

Koalisi Liga Arab membantu pemerintah sah Yaman untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi. Namun, mereka tidak setuju jika disebut menghabisi nyawa puluhan warga tak bersalah karena serangan ke ibu kota Sanaa.


(FJR)