Bantah Ada Gencatan, Israel Kembali Serang Hamas

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 May 2018 14:47 WIB
palestina israel
Bantah Ada Gencatan, Israel Kembali Serang Hamas
Jet tempur Israel kerap lakungan seragan di Gaza (Foto: AFP).

Gaza: Israel melancarkan serangan udara ke basis pertahanan kelompok Hamas di Gaza. Serangan ini membantah klaim gencatan senjata yang diutarakan Hamas sebelumnya.
 
Baca juga: Hamas-Israel Umumkan Gencatan Senjata di Gaza.
 
Israel mengatakan bahwa pihaknya menyerang lebih dari 25 lokasi milik Hamas sepanjang malam. Serangan ini menurut Israel merupakan bentuk serangan balasan lesakan roket dari wilayah Gaza yang ditujukan ke Israel.
 
"Sepanjang 24 jam terakhir, lebih dari 60 target militer di Gaza menjadi target serangan militer kami. Serangan merupakan balasan atas lebih dari 70 roket yang ditembakkan dari Gaza pada Selasa 29 Mei," ujar pernyataan Pemerintah Israel, seperti dikutip AFP, Rabu 30 Mei 2018.
 
Aksi saling balas serangan ini dikhawatirkan bisa memicu pertumpahan darah terbaru antara warga Palestina di Gaza dengan Israel. Sebelumnya bentrokan antara kedua pihak terjadi sejak 31 Maret lalu dan menyebabkan 112 warga Palestina tewas.
 
Sementara mengenai serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel, menyebabkan tiga prajurit Negara Yahudi itu terluka. "Satu orang menderita luka cukup serius dan dua lainnya menderita luka ringan," tutur pihak Militer Israel.
 
Namun setelah baku hantam Selasa itu terjadi, muncul klaim dari Hamas bahwa telah tercapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Bahkan Wakil Pimpinan Hamas Khalil al-Hayya mengakui hal tersebut.
 
Menang terjadi situasi yang relatif aman di Perbatasan Gaza pada Rabu 30 Mei pagi waktu setempat. Meskipun muncul klaim gencatan senjata, Israel menolak mengakui hal tersebut.
 
Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz membantah adanya gencatan ini.
 
"Israel tidak ingin situasi ini terus memburuk, tetapi mereka yang memulai kekerasan harus menghentikannya," ucapnya.
 
"Kami akan membuat Hamas membayar atas semua perlawanan yang diarahkan kepada kami," tuturnya.
 
Kekerasan pada Selasa menyusul beberapa pekan bentrokan bersejarah antar Palestina dan Israel. Dalam pernyataan pers bersama, Hamas dan Islamic Jihad saling mengaku bertanggungjawab atas serangan roket itu.


(FJR)