Kedubes AS Bukan yang Pertama atau Terakhir di Yerusalem

Willy Haryono    •    Senin, 14 May 2018 16:32 WIB
amerika serikat
Kedubes AS Bukan yang Pertama atau Terakhir di Yerusalem
Sebuah poster yang memuji Presiden Donald Trump dipasang di dekat kedubes baru AS di Yerusalem, 13 Mei 2018. (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)

Yerusalem: Saat Amerika Serikat (AS) akan membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada hari ini, seperti dikutip dari AFP, Senin 14 Mei 2018, prosesi peresmiannya akan menjadi acara diplomatik tertinggi di kota tersebut. Namun kedubes AS itu bukanlah yang pertama atau terakhir di Yerusalem.

Beberapa negara, sebagian besar dari benua Afrika dan Amerika Latin, sebelumnya telah menempatkan duta besar mereka di Yerusalem. Beberapa dari mereka dijadwalkan kembali ke sana.

Setelah perang Yom Kippur pada 1973, Pantai Gading beserta Zaire (sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo) dan Kenya, memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protes. Ketiga negara itu menutup kedubes mereka di Yerusalem.

Ketiganya kemudian membuka kembali hubungan dengan Israel, namun memindahkan kedubes ke Tel Aviv.

Pada 1980, Israel menyatakan bahwa Yerusalem -- termasuk bagian timur yang diminta Palestina dijadikan wilayah mereka -- telah menjadi ibu kota "komplet dan bersatu."

Baca: Pindahkan Kedubes, AS Optimistis untuk Perdamaian Israel-Palestina

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menilai langkah Israel tersebut ilegal. DK PBB kemudian mengadopsi resolusi yang meminta agar "negara-negara yang membuka misi diplomatik di Yerusalem untuk segera menutupnya."

Belanda, Haiti dan beberapa negara Amerika Latin patuh terhadap seruan DK PBB.

Kosta Rika dan El Salvador kembali ke Yerusalem pada 1984, namun menutupnya lagi di tahun 2006.

Setelah Trump mengumumkan rencana memindahkan kedubes pada 6 Desember tahun lalu, beberapa negara akan kembali ke Yerusalem.

Presiden Guatemala Jimmy Morales menegaskan kedutaan besar negaranya akan dipindahkan ke Yerusalem pada 16 Mei. Paraguay juga berencana melakukan langkah serupa.

Kemenlu Israel mengatakan Presiden Paraguay Horacib Cartes akan menghadiri upacara pembukaan kedubes di Yerusalem, yang disebut-sebut akan berlangsung "pada akhir bulan ini."


(WIL)