Liga Arab Menuntut Keadilan atas Kematian Razan al-Najjar

Wahyu Dwi Anggoro    •    Selasa, 05 Jun 2018 19:08 WIB
palestinapalestina israel
Liga Arab Menuntut Keadilan atas Kematian Razan al-Najjar
Warga mengiringi pemakaman relawan medis Razan al-Najjar yang ditembak mati aparat Israel pekan lalu. (Foto:AFP)

Kairo: Liga Arab mengecam keras kematian relawan medis Palestina yang ditembak aparat Israel saat terjadi unjuk rasa di wilayah Jalur Gaza beberapa hari lalu.

Razan al-Najjar tidak tertolong setelah dadanya tertembak saat merawat pengunjuk rasa yang terluka. Kematian perempuan berusia 21 tahun tersebut dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil.

"Ini merupakan babak baru dari rangkaian aksi Israel yang gagal memberikan perlindungan terhadap petugas kesehatan, tim penyelamat dan awak media," sebut sebuah pernyataan resmi seperti dikutip ASharq Al-Awsat pada Selasa, 4 Juni 2018.

Liga Arab mendorong adanya sanksi internasional untuk memberikan efek jera terhadap Pemerintah Israel. Organisasi kawasan tersebut meramalkan tragedi serupa di masa depan jika pemerintah Israel terus dibiarkan.

"Aksi Amerika Serikat dalam menghalangi resolusi yang dapat menghentikan terus tumpahnya darah warga Palestina seakan memberikan pembenaran terhadap Israel," lanjut pernyataan resmi itu.

Sejak Maret, militer Israel telah membunuh setidaknya 120 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya. Mereka berusaha menghentikan demonstrasi damai yang menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Razan dalah anak tertua dari enam bersaudara. Dia menjadi relawan medis setelah mengikuti kuliah keperawatan dan berbagai pelatihan kesehatan. 
 
Sebagai petugas medis, Razan berkonsentrasi membantu perempuan dan anak-anak. Semenjak kematiannya, dia kini menjadi simbol perlawanan damai terhadap represi yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina di Gaza.





(WAH)