Komitmen Bantu Palestina, Negara Asia Siapkan CEAPAD III

Fajar Nugraha    •    Kamis, 31 May 2018 14:05 WIB
palestinapalestina israel
Komitmen Bantu Palestina, Negara Asia Siapkan CEAPAD III
Kota Yerusalem merupakan salah satu isu penting dalam konflik Palestina-Israel. (Foto:AFP)

Jakarta: Bantuan untuk Palestina sangat diutamakan oleh Indonesia dan negara sahabat. Berbagai bentuk bantuan diupayakan.

Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) menjadi salah satu wadah memberikan bantuan untuk Palestina. Pada pejabat tinggi dari CEAPAD pun berkumpul di Jakarta pada 31 Mei 2018 untuk mempersiapkan pertemuan tingkat menteri CEAPAD III di Thailand pada 7 Juni.

"Pertemuan senior official pada hari ini sebenarnya persiapan untuk pertemuan tingkat menteri bulan depan di Thailand. Jadi yang pertama adalah di Jepang, yang kedua di Indonesia pada 2014, dan yang ketiga agak cukup terlambat, empat tahun bedanya," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. 

"Indonesia menjadi salah satu tempat untuk memobilisasi dukungan kepada Palestina dan dalam kaitan ini adalah di kawasan Asia Tenggara ini. Dan kita tentu selalu ikut aktif dalam inisiatif seperti ini," imbuhnya. 

Dalam mengupayakan mobilisasi bantuan ini, Indonesia terus melakukan sinergi dengan berbagai stakeholder. Oleh karena itu, Indonesia mengimbau agar lembaga non-pemerintah, sektor swasta bisa terlibat dalam upaya memberikan bantuan.

Tentunya hal tersebut pun dengan Islamic Development Bank (ISDB). Indonesia menurut Wamenlu Fachir akan terus memobilisasi baik pada tingkat nasional, regional, maupun global untuk membantu Palestina.

Sementara tujuan pertemuan pejabat tingkat tinggi CEAPAD adalah mengevaluasi capaian sejak CEAPAD II di Jakarta tahun 2014 dan mempersiapkan CEAPAD III di Thailand.

Hasil-hasil CEAPAD II antara lain adalah menyepakati pembentukan CEAFAM (CEAPAD Facilitation Mechanism) antara IDB, JICA, dan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Palestina yang berfungsi sebagai mekanisme
fasilitasi (trust fund) untuk meningkatkan dukungan melalui kemitraan antara negara-negara Asia Timur dan jaringan pembiayaan IDB.

Selam 2008 hingga Maret 2018, Pemerintah Indonesia sudah menyelenggarakan 169 pelatihan pembangunan kapasitas kepada Palestina dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 1.856 orang. Adapaun total nilai bantuan mencapai USD9 juta atau sekitar Rp124 miliar.

Selain pembangunan kapasitas ada juga kontribusi berupa hibah Indonesia dan bantuan yang berkolaborasi dengan masyarakat madani.





(WAH)