Korban Tewas Akibat Badai Matthew di Haiti Dikhawatirkan Melonjak

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 08 Oct 2016 14:59 WIB
badai matthew
Korban Tewas Akibat Badai Matthew di Haiti Dikhawatirkan Melonjak
Kehancuran akibat Badai Matthew di Haiti (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Port Au Prince: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan jumlah korban tewas di Haiti akibat Badai Matthew bisa melonjak tajam. Saat ini korban tewas diketahui mencapai lebih dari 800 jiwa.
 
Saat ini Badai Matthew sudah memasuki wilayah Florida dan South Carolina, serta Georgia di Amerika Serikat (AS). Saat ini tim penyelamat berhasil mendapatkan akses ke wilayah selatan yang sebelumnya terisolir karena badai.
 
Pejabat World Food Programme Carlos Veloso mengatakan, beberapa kota yang terkena imbas badai hanya bisa digapai melalui jalur udara atau laut. 
 
Ketika menghantam Haiti, Badai Matthew memiliki kekuatan hingga kategori 4. Saat ini, badai yang sudah memasuki wilayah AS kekuatannya melemah hingga kategori dua dengan kekuatan angin mencapai 177 kilometer per jam.
 
Badan Perlindungan Sipil Haiti pada Jumat 7 Oktober menyebutkan jumlah korban melonjak dari 400 menjadi 800 jiwa. Jumlah pasti masih belum bisa dikeluarkan karena intensitas kerusakan di wilayah terpencil masih belum bisa diakses karena banjir.
 
Setidaknya satu kota besar di wilayah selatan, Jeremie, 80 persen sudah hancur. Berdasarkan foto, banyak rumah-rumah warga yang rata dengan tanah.


Kehancuran akibat badai di Haiti (Foto: AFP)

 
Tiga kota lain di wilayah selatan melaporkan puluhan korban tewas. Wali Kota Chantal mengatakan, 86 orang tewas dan 20 lainnya saat ini dinyatakan hilang.
 
Pejabat Badan Perlindungan Sipil, Saint-Victor Jeune mengaku timnya menemukan 82 mayat di wilayah pegunungan Jeremie. Tetapi mereka belum bisa mendata kepada pihak berwenang Haiti karena komunikasi tidak tersedia.
 
Badai Matthew melintas langsung ke Semenanjung Tiburan. Kemudian badai melintasi laut dan meratakan rumah dengan kecepatan angin mencapai 230 kilometer per jam dan hujan deras.
 
Pemerintah Haiti dan pejabat PBB memperkirakan sekitar 350 ribu warga membutuhkan bantuan saat ini.
 
"Ini merupakan situasi yang burubah kapan pun," ujar Veloso, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/10/2016).
 
"Saya kira untuk empat hingga lima hari ke depan, akan terlihat dengan jelas dampak kerusakan dan jumlah kematian akibat badai," ungkap Veloso.
 
Proses pendistribusian bantuan juga terhadang masalah komunikasi dengan daerah yang terkena dampak paling parah. 
 
Pemerintah AS mengirim kapal peranga USS Mesa Verde untuk memproses penyelamatan. Sembilan helikopter juga dikerahkan untuk mengirim bantuan makanan dan air ke lokasi terparah.  
 



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA