BDF Platform Penting Promosi Demokrasi di Afrika Utara dan Timteng

   •    Selasa, 03 Oct 2017 13:42 WIB
bali democracy forum
BDF Platform Penting Promosi Demokrasi di Afrika Utara dan Timteng
Menlu Retno Marsudi (tengah) dalam BDF-Chapter Tunisia di Tunis, 2 Oktober 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Tunis: Tidak ada satu formula yang dapat digunakan semua negara dalam menerapkan demokrasi, sehingga forum seperti Bali Democracy Forum sangat bermanfaat untuk bertukar pikiran dan membagi pengalaman terkait dengan promosi demokrasi. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat membuka BDF Chapter Tunisia, yang mengambil tema "Home-Grown Democracy: The North Africa Experience," Senin 2 Oktober 2017.
 
Bekerja sama dengan Pemerintah Tunisia, penyelenggaraan BDF-Chapter Tunisia merupakan upaya Indonesia untuk menyediakan platform negara-negara di kawasan Afrika Tengah dan Timur Tengah untuk bertukar pengalaman dalam hal proses demokrasi; membahas perkembangan home-grown democracy di masing-masing negara; dan untuk melihat tantangan terhadap perkembangan demokrasi di kawasan serta mencari solusi terhadap tantangan tersebut.
 
Sejalan dengan tema BDF-Chapter Tunisia, Menlu RI dalam sambutannya menyampaikan pengalaman Indonesia dalam proses transformasi demokrasi. Menlu RI menyampaikan bahwa demokrasi adalah suatu proses panjang yang berkelanjutan. Dari pengalaman Indonesia dan juga di banyak negara lain, proses demokrasi tidak mulus. 

"Demokrasi adalah proses yang berkelanjutan dan bukan tujuan, karena tujuan kita bernegara adalah untuk mencapai kesejahteraan dan decent life bagi semua rakyat kita," tutur Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 3 Oktober 2017.
 
Lebih lanjut, Menlu RI menekankan bahwa walaupun nilai demokrasi adalah universal, namun tidak ada one-size-fit-all approach untuk demokrasi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan "kita harus memperhatikan kepentingan dan keinginan rakyat kita, bukan kepentingan luar."



Menlu RI juga menekankan bahwa Indonesia merupakan contoh demokrasi dan Islam dapat berjalan berdampingan. Hal ini, selain berbagai nilai demokrasi yang sejalan dengan Islam, namun juga karena sejarah panjang pluralisme sehingga masyarakat Indonesia biasa dengan perbedaan dan adanya ideologi Pancasila. 

"Jika ingin melihat Islam, demokrasi, modernitas dan hak perempuan berjalan berdampingan, datang ke Indonesia," tegas Menlu Retno.
 
BDF-Chapter Tunisia dihadiri peserta dari Aljazair, Mesir, Libya, Maroko dan Tunisia. Narasumber yang hadir dari Indonesia adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Rahimah Abdulrahim, Direktur Eksekutif Habibie Center.
 
Hasil dari kegiatan ini akan dilaporkan pihak Tunisia di Bali Democracy Forum (BDF) X, tanggal 7 – 8 Desember 2017 di Bali.


(WIL)