Indonesia dan Turki akan Mulai Negosiasi FTA pada Awal 2018

Willy Haryono    •    Sabtu, 25 Nov 2017 11:14 WIB
turki indonesia-turkimikta
Indonesia dan Turki akan Mulai Negosiasi FTA pada Awal 2018
Gedung Kementerian Ekonomi Turki di Ankara. (Foto: Metrotvnews.com/Willy Haryono)

Ankara: Turki terus berusaha meningkatkan hubungan perdagangannya dengan sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Meski nilai perdagangannya belum terlalu signifikan, Turki menganggap Indonesia sebagai pasar potensial di kawasan.

Untuk semakin mempererat hubungan, kedua negara berencana membicarakan Perjanjian Perdagangan Bebas atau FTA demi memangkas tarif pada kebanyakan barang menjadi nol dan meminimalkan hambatan non-tarif.

"Negosiasi FTA antara Turki dengan Indonesia akan dimulai pada Januari 2018. Ini merupakan fase awal," ujar Direktur Jenderal untuk Urusan Uni Eropa Kementerian Ekonomi Turki, Murat Yapici, saat bertemu rombongan jurnalis dalam program MIKTA Journalists Meeting di Ankara, belum lama ini.

Dalam hubungan perdagangan dengan Indonesia, Turki menyoroti salah satu produk ekspor utama RI yakni minyak kelapa sawit (CPO). Ia menyebut CPO ini dibutuhkan banyak negara berkembang untuk mendorong sektor energi dan industri. 

"Indonesia juga banyak mengekspor buah-buahan tropis. Harganya mahal di Turki," sebut Yapici. 


Murat Yapici. (Foto: Metrotvnews.com)

Pada 2016, perekonomian Turki berada di peringkat 17 versi Dana Moneter Internasional (IMF). Indonesia unggul tipis di peringkat 16 dengan GNP mencapai USD932,448.

Sementara nilai ekspor Turki dengan para anggota MIKTA termasuk Indonesia mencapai USD1,8 miliar, dan impornya USD9,2 miliar pada 2016. 

"Turki memprediksi Indonesia dan juga Meksiko akan menjadi negara dengan ekonomi yang sangat kuat dalam beberapa tahun ke depan," kata Dirjen Kemenkominfo Turki Mehmet Akarca, yang Penasihat Senior Perdana Menteri Turki, di tempat terpisah.


(WIL)