Mnangagwa Diambil Sumpah sebagai Presiden Zimbabwe

Fajar Nugraha    •    Jumat, 24 Nov 2017 17:11 WIB
zimbabweemmerson mnangagwa
Mnangagwa Diambil Sumpah sebagai Presiden Zimbabwe
Emmerson Mnangagwa (kiri) saat diambil sumpah sebagai Presiden ZImbabwe (Foto: AFP).

Harare: Emmerson Mnangagwa akhirnya resmi menjabat sebagai Presiden Zimbabwe, setelah ambil sumpahnya pada Jumat 24 November 2017. 
 
Dengan diambil sumpah Mnangagwa, menandai akhir dari drama politik yang berujung pada dilengserkannya Robert Mugabe sebagai presiden. Mugabe sudah berkuasa di Zimbabwe selama 37 tahun, sejak 1980.
 
Mnangagwa,-yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu terdekat Mugabe- mengambil sumpahnya di stadion Nasional Harare, di hadapan ribuan warga, pendukung, dan diplomat asing.
 
Pria yang dijuluki 'The Crocodile' atau 'Buaya'ini, mengenakan setelan jas berwarna hitam, dasi merah dan disertai deretan medali di dadanya.
 
Pengamanan pun tampak ketat di sekitar lokasi pelantikan. Penembak jitu tampak siaga. Warga pun berharap besar pada kepimpinan Mnangagwa.
 
"Kami sangat menantikan dan berharap banyak dari Mnangagwa. Sudah terlalu kami diperintah oleh seorang diktator," ujar warga bernama Sharon Mauyakufa, seperti dikutip AFP, Jumat 24 November 2017.
 
"Mugabe sudah terlalu tua. Kami tidak mengharapkan dia akan dihukum ata kejahatannya. Bagaimana Anda menghukum seorang yang sudah berusia 93 tahun? Tetapi istri dan kroninya harus didakwa jika memang melakukan kejahatan," tegas Mauyakufa.
 
Jaminan untuk Mugabe
 
Media nasional Zimbabwe, The Herald, menyebutkan bahwa Emmerson Mnangagwa memberikan jaminan keamanan bagi mantan Presiden Robert Mugabe beserta keluarganya.
 
"Mnangagwa (pada Kamis) berbicara kepada presiden yang akan lengser (Robert Mugabe) dan memastikan akan menjamin keamanan diri dan keluarganya," sebut media nasional Zimbabwe, Herald, seperti dikutip AFP.
 
"Selain itu Mnangagwa juga memuji Mugabe mengenai persiapan inagurasi Jumat ini. Namun sepertinya Mugabe tidak akan hadir dalam inagurasi itu," imbuh laporan media itu.
 
 
Mantan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang dipecat oleh Mugabe akhir bulan lalu, dijadwalkan untuk diambil sumpahnya pada Jumat 24 November. 
 
Sumber di pemerintahan Zimbabwe mengonfirmasi bahwa Mugabe mengatakan kepada negosiator, dia ingin meninggal di Zimbabwe. Politikus berusia 93 tahun itu juga menegaskan tidak berencana untuk mencari suaka ke luar negeri.



(FJR)