Kemenlu Ingin Hapus Persepsi Buruk Masyarakat terhadap Afrika

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 10 Jan 2018 18:56 WIB
indonesia-afrika
Kemenlu Ingin Hapus Persepsi Buruk Masyarakat terhadap Afrika
Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia akan menggelar Indonesian Africa Forum (IAF) 2018 pada April mendatang. Forum ini merupakan yang pertama dilakukan antara Indonesia dan negara-negara di Benua Hitam tersebut.

IAF 2018 akan membahas mengenai isu pembangunan ekonomi dan kerja sama teknik dengan negara-negara Afrika. Kemenlu akan berupaya menghapus persepsi buruk masyarakat Indonesia terhadap kawasan Afrika.

"Salah satu kendala dalam kerja sama dengan Afrika adalah persepsi rakyat kita. Itu adalah tugas kita. Kita ingin tunjukkan persepsi negatif itu tidak 100 persen benar. Ternyata banyak good news dari kerja sama Indonesia-Afrika," ujar Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak, kepada Medcom.id, di Kemenlu, Rabu 10 Januari 2018.

Tumpal, demikian dia biasa disapa, melanjutkan bahwa IAF merupakan panggung strategis untuk membahas masalah tersebut. 

"Kita coba mengikis persepsi itu dari key players di bidang ekonomi di Indonesia," lanjut dia.

Tumpal menambahkan banyak juga masyarakat di benua Afrika yang tidak mengenal Indonesia. Karenanya, forum tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengenalan lebih dalam mengenai Indonesia dan Afrika.

"Nah ini tujuan ke dalam untuk menunjukkan kepada publik, yuk ramai-ramai bekerja sama dengan Afrika, ada hal-hal konret yang bisa digali dan juga kepada negara Afrika, ini loh Indonesia, kita bisa menjadi salah satu mitra penting bagi mereka di masa depan," ungkapnya.

Karenanya, Menlu Retno, dalam Pidato Pers Tahunan Menteri 2018, menuturkan Indonesia akan memberikan prioritas pada pengembangan hubungan dengan Afrika. Nilai perdagangan dengan beberapa negara Afrika sampai meningkat lebih dari 100 persen pada tahun lalu.

"Saya dan Wamenlu telah melakukan tiga kali kunjungan ke Afrika sebagai Indonesia Incorporated. Beberapa sektor swasta dan BUMN Indonesia berhasil menembus kawsaan Afrika," imbuhnya.

Sebelumnya, pada 2017, Indonesia berhasil menjual produk pesawat PT DI ke Senegal, salah satu negara Afrika. Menurut Tumpal, untuk tahun ini, Indonesia ingin melakukan investasi lewat infrastruktur, salah satunya perkeretaapian.


 


(WAH)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA