Ribuan Wanita Israel Protes Meningkatnya Kasus KDRT

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 05 Dec 2018 09:53 WIB
israel
Ribuan Wanita Israel Protes Meningkatnya Kasus KDRT
Kekerasan terhadap perempuan di Israel. (Foto: BDN).

Tel Aviv: Puluhan ribu demonstran memenuhi ibu kota Israel, Tel Aviv. Mereka menuntut pemerintah untuk menanggulangi meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan yang jumlahnya terus meningkat.

"Kami harus melakukan sesuatu yang radikal untuk memastikan pemerintah kami peduli terhadap kasus ini," kata penyelenggara protes, Ruti Klein, seperti dilansir dari laman Beloit Daily News, Rabu 5 Desember 2018.

Demonstran mendorong pemerintah menerapkan rencana aturan senilai USD67 juta untuk memerangi kekerasan pada perempuan. Rencana tersebut sudah disampaikan pemerintah Israel tahun lalu.

Sepanjang tahun ini, 24 wanita tewas akibat KDRT di Israel. Sebagian besar dari korban pernah melapor ke polisi, namun pada akhirnya meninggal dunia.

Para pengunjuk rasa menyerukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk 'membuka mata'  dan membawa spanduk bertuliskan 'darah wanita tidak murah' dan 'kami dibunuh dan pemerintah diam.'

Pekan lalu, Netanyahu juga dikecam usai melakukan kunjungan ke sebuah penampungan wanita. Di sana, dia menyerukan adanya proposal untuk membentuk komisi penyelidikan terkait kasus KDRT terhadap perempuan.

Di Yerusalem, para pengunjuk rasa beraksi dengan cara menyiramkan cat merah ke jalan. Selain itu, mereka juga menuliskan nama puluhan wanita yang terbunuh dalam kasus KDRT.

Kefaia, 42, menjadi salah satu wanita Arab-Israel yang bergabung dalam protes. Dia mengatakan suaminya hanya dijatuhi hukuman penjara lima bulan. Padahal, suaminya itu berusaha membunuhnya dengan pisau. 

"Saya mengkhawatirkan keselamatan saya saat dia keluar penjara pekan depan. Saya tidak bisa diam lagi," tegasnya.


(WIL)