Kelompok Terakhir Pengungsi Anak-Anak Tinggalkan Nauru

Arpan Rahman    •    Senin, 04 Feb 2019 15:33 WIB
australiapencari suaka
Kelompok Terakhir Pengungsi Anak-Anak Tinggalkan Nauru
Salah satu bangunan di kamp detensi di Pulau Nauru. (Foto: AFP/MIKE LEYRAL)

Canberra: Sekelompok terakhir pengungsi anak-anak yang berada di kamp detensi pulau Nauru akan segera dikirim ke Amerika Serikat. Pengiriman ini akan dilakukan saat Australia, yang mendorong para pengungsi ke Nauru, telah mengubah kebijakan terkait permohonan suaka.

Kondisi fisik dan psikologis pengungsi anak-anak di Nauru selama ini menjadi bahan kritik utama sejumlah pihak terhadap Australia sejak kebijakan mengirim calon pencari suaka ke Nauru diterapkan pada 2013.

Selain ke Nauru, Australia juga mendorong siapapun yang berusaha mencapai Negeri Kanguru ke kamp detensi di Papua Nugini.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan empat pengungsi anak-anak terakhir di Nauru akan segera bermukim dengan keluarga mereka di AS. Pengiriman ini merupakan perjanjian pemerintah Australia dengan Barack Obama saat masih menjadi presiden AS.

Kala itu, Obama brjanji akan menerima sekitar 1.250 pengungsi dan pencari suaka dari Australia.

"Setiap pengungsi anak-anak yang mencari suaka sudah dipindahkan dari Nauru, atau klaimnya sedang diproses," sebut PM Morisson, seperti dikutip dari laman Sky News, Minggu 3 Februari 2019.

Sementara lebih dari 1.000 pengungsi dewasa masih berada di kamp detensi Nauru maupun Papua Nugini.

Sebelumnya pada 2016, Australia membantah sebuah laporan hak asasi manusia yang membandingkan kamp detensi pencari suaka di Nauru dengan sebuah penjara tanpa atap.

Negeri Kanguru menegaskan kebijakan mengirim pencari suaka ke kamp detensi diperlukan agar tidak ada lagi orang-orang yang tewas di laut dalam rangka mencapai Australia. 



(WIL)