Kapal Patroli AS Tembaki Kapal Iran di Teluk Persia

Arpan Rahman    •    Rabu, 26 Jul 2017 15:45 WIB
as-iran
Kapal Patroli AS Tembaki Kapal Iran di Teluk Persia
Kapal USS Thunderbolt yang melepaskan tembakan ke arah kapal Iran (Foto: Defense Departement).

Metrotvnews.com, Dubai: Sebuah kapal patroli angkatan laut Amerika Serikat (AS) melepaskan tembakan peringatan, pada Selasa 25 Juli, di dekat sebuah kapal Iran. 
 
Menurut personel Angkatan Laut Amerika, kapal Iran itu membahayakan mereka saat muncul ketegangan di Teluk Persia. 
 
Insiden ini kali pertama terjadi di bawah Presiden Donald Trump. Garda Revolusi garis keras Iran lantas menyalahkan kapal Amerika karena memprovokasi situasi.
 
Perseteruan tersebut melibatkan USS Thunderbolt, sebuah kapal patroli kelas Cyclone yang berbasis di Bahrain sebagai bagian dari Armada ke-5 AL AS. Penembakan ini merupakan konfrontasi terakhir antara jajaran kapal Iran dan armada kapal perang Amerika. 
 
Luapannya dipicu Trump yang telah mengancam untuk menegosiasikan kembali kesepakatan nuklir yang diteken oleh presiden pendahulunya. Menyusul pemerintahannya yang sebelumnya menempatkan Iran 'dalam pengawasan' atas uji coba rudal balistik.
 
USS Thunderbolt ambil bagian dalam latihan dengan kapal koalisi Amerika lainnya di perairan internasional ketika kapal patroli Iran mendekatinya, kata juru bicara Armada ke-5 AS Letnan Ian McConnaughey. Kapal Iran tersebut tidak menanggapi seruan radio, ledakan suar, dan arah haluan kapal karena berada dalam jarak 137 meter dari USS Thunderbolt. Sehingga memaksa marinir AS melepaskan tembakan peringatan, kata McConnaughey.
 
"Setelah tembakan peringatan dilecut, kapal Iran menghentikan pendekatannya yang tidak aman," kata Letnan McConnaughey dalam sebuah pernyataan seperti dikutip TIME, Rabu 26 Juli 2017.
 
Ia menambahkan bahwa kapal Iran tersebut menciptakan 'risiko terjadinya tabrakan.' Kapal-kapal besar tidak bisa berhenti seketika di atas perairan, yang berarti semakin dekat satu sama lain berisiko tabrakan.
 
Video yang dirilis Angkatan Laut AS menayangkan seorang marinir berposisi di lepas pantai timur Kuwait saat kapal Iran itu muncul persis di depan haluan kapal perang Amerika. Video lain termasuk gambar kapal Iran di dekat USS Thunderbolt yang membunyikan peluitnya. Suara senapan mesin terdengar kemudian.
 
Pramiliter Garda Revolusi Iran malah menyalahkan USS Thunderbolt atas insiden tersebut dalam sebuah pernyataan. Dikatakan bahwa kapal Amerika bergerak mendekat ke salah satu kapal patroli. USS Thunderbolt menembaki udara "dengan maksud memancing keributan dan menimbulkan ketakutan."
 
Angkatan Laut Iran dan AS sering kontak secara menegangkan di Teluk Persia, hampir semuanya melibatkan Garda Revolusi, kekuatan terpisah dari militer Iran yang hanya bertanggung jawab kepada pemimpin tertinggi negara tersebut. 
 
Kontak terakhir melibatkan tembakan peringatan terjadi pada Januari menjelang akhir jabatan Presiden Barack Obama. Saat itu, USS Mahan melepaskan tembakan ke arah kapal cepat penyerbu Iran saat mereka mendekati kapal perusak AS di Selat Hormuz.
 
Angkatan Laut AS mencatat 35 aksi dari apa yang digambarkannya sebagai interaksi "tidak aman dan tidak profesional" dengan pasukan Iran pada 2016, berbanding 23 kali pada 2015. Beberapa analis percaya bahwa insiden di laut itu dimaksudkan buat menekan pemerintahan moderat Presiden Iran Hassan Rouhani, yang sesudah kesepakatan nuklir 2015 melakukan sejumlah penangkapan atas orang-orang berkewarganegaraan ganda.
 
Dari berbagai insiden di laut tahun lalu, yang terburuk melibatkan pasukan Iran ketika menangkap 10 pelaut AS dan menahan mereka dalam semalam. Penangkapan ini menjadi upaya propaganda bagi garis keras Iran, lantaran televisi pemerintah Iran berulang kali menayangkan rekaman para warga Amerika duduk berlutut dengan tangan mereka di atas kepala.
 
Pasukan Iran melihat kehadiran Amerika di Teluk sebagai provokasi yang timbul dengan sendirinya. Mereka menuduh Angkatan Laut AS berperilaku tidak profesional, terutama di Selat Hormuz, muara Teluk Persia yang menjadi jalur laut dari sepertiga dari seluruh perdagangan minyak.



(FJR)