Arab Saudi Minta Warganya Segera Keluar dari Lebanon

Sonya Michaella    •    Jumat, 10 Nov 2017 12:33 WIB
konflik lebanonarab saudi
Arab Saudi Minta Warganya Segera Keluar dari Lebanon
Salah satu sudut kota Beirut, Lebanon. (Foto: AFP)

Beirut: Arab Saudi telah memerintahkan warga negaranya yang tinggal di Lebanon untuk sementara meninggalkan negara tersebut menyusul adanya krisis politik di Lebanon.

Arab Saudi juga mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi Lebanon terlebih dulu.

"Karena situasi saat ini di Lebanon sedang tidak menentu, kami telah meminta warga kami untuk meninggalkan Lebanon sesegera mungkin," sebut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari CNN, Jumat 10 November 2017.

Beberapa jam setelah Kemenlu Arab Saudi mengeluarkan pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Kuwait pun melakukan hal yang sama.

"Kuwait mengikuti jejak Arab Saudi untuk memerintahkan warga negara Kuwait meninggalkan Lebanon untuk sementara waktu dan menahan diri untuk pergi ke sana," ucap salah seorang pejabat Kemenlu Kuwait.

Larangan perjalanan juga dikeluarkan oleh Uni Emirat Arab di mana warganya diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke Lebanon.

Sabtu kemarin, secara tiba-tiba Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri. Pengunduran ini jelas menciptakan "kekosongan" di Lebanon yang sudah terbelah secara politis.

Hariri menuduh Iran terlalu campur tangan di negaranya yang menyebabkan kehancuran dan kekacauan. Mundurnya Hariri dilakukan di Arab Saudi. Langkah ini disebut-sebut dilakukan usai dirinya berkoordinasi dengan Riyadh, yang menganggap Iran sebagai rival utama di seantero Timur Tengah. 
 
Iran seketika mengecam pengunduran diri Al-Hariri, yang menuduh langkah tersebut diputuskan dari luar Lebanon.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi pun sempat melontarkan tuduhan bahwa rudal balistik yang dicegat di Riyadh pekan lalu adalah rudal asal Iran yang diluncurkan oleh Hizbullah.


(FJR)