Demonstran Serang Balai Kota, Iran Putus Akses Internet

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 13:01 WIB
politik iran
Demonstran Serang Balai Kota, Iran Putus Akses Internet
Mahasiswa berunjuk rasa di Universitas Teheran di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Foto: AFP/STR)

Teheran: Ribuan pengunjuk rasa berbondong-bondong menyerang sebuah balai kota di Teheran, Iran, Sabtu 30 Desember 2017 dalam gelombang aksi protes yang memasuki hari ketiga. Demo berlanjut meski pemerintah melarang warga untuk mengikuti "perkumpulan ilegal."

Iran merespons unjuk rasa yang tidak kunjung berhenti dengan memutus akses internet warga. Reporter AFP melaporkan jaringan utama internet d Teheran terganggu beberapa saat sebelum memasuki tengah malam. 

Sejumlah kantor berita Iran mengingatkan bahwa Telegram, aplikasi media sosial populer di Iran, kemungkinan akan ditutup. Dugaan muncul usai Menteri Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi menuduh saluran ternama Amadnews di Telegram telah mendorong "pemberontakan bersenjata."

Media konservatif Mehr mengunggah beberapa video yang memperlihatkan pengunjuk rasa menyerang balai kota Teheran, menggulingkan mobil polisi dan membakar bendera Iran. 

Kekacauan juga terjadi di sekitar Universitas Teheran, dimana ratusan pedemo tumpah ke jalan raya, memblokade lalu lintas dan meneriakkan slogan mengecam pemerintah. 

Massa pendukung pemerintah juga turun ke jalan dan ke sekitar Universitas Teheran, sembari meneriakkan "kematian bagi para penghasut."

Baca: Massa Pro Pemerintah Berunjuk Rasa di Iran

"Kami meminta semua yang mendapat seruan berunjuk rasa untuk tidak berpartisipasi, karena hanya akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan warga lain," ungkap Menteri Dalam Negeri Iran Abdolrahman Rahmani Fazli.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan "rezim opresif Iran tidak akan bertahan selamanya." Ia menilai masyarakat Iran saat ini menginginkan sebuah perubahan.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA