Liberia Gelar Pemilu untuk Cari Pengganti Sirleaf

Arpan Rahman    •    Selasa, 10 Oct 2017 18:50 WIB
Liberia Gelar Pemilu untuk Cari Pengganti Sirleaf
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Monrovia: Warga Liberia akan mengikuti pemilihan umum untuk memilih penerus presiden wanita terpilih pertama di Afrika dan peraih Nobel Perdamaian, Ellen Johnson Sirleaf.

Mantan bintang sepak bola George Weah dan Wakil Presiden Joseph Boakai menjadi pesaing utama dalam kontestasi.

Liberia, yang didirikan para budak Amerika Serikat (AS) yang dibebaskan pada abad ke-19, belum pernah mengalami proses transfer kekuasaan secara mulus dalam 73 tahun terakhir.

Sirleaf mendesak warga untuk memilih secara damai di Liberia, negara yang masih belum pulih dari perang sipil berkepanjangan.

"Suara Anda adalah tentang Anda dan keluarga -- bukan partai, etnisitas," katanya dalam sebuah pidato kepada warga negara tersebut, seperti dilansir BBC, Selasa 10 Oktober 2017.

Sebanyak 20 calon presiden sedang mencalonkan diri untuk menggantikan Sirleaf. Mereka di antaranya termasuk Alex Cummings, mantan eksekutif Coca-Cola, dan MacDella Cooper, mantan model dan pacar Weah.

Sirleaf, 78, mengundurkan diri di akhir masa jabatan periode keduanya. Dia menjabat pada 2006, setelah pendahulunya, Charles Taylor, dipaksa mundur oleh pemberontak pada 2003.

Taylor saat ini menjalani hukuman penjara 50 tahun di Inggris atas kejahatan perang terkait konflik di negara tetangga Sierra Leone.

Weah, 51, sudah memilih mantan istri Taylor, Jewel Howard Taylor, sebagai pasangannya. Ini adalah pencalonan capres untuk kali ketiga dari mantan pesepakbola itu.

Hampir 2,2 juta orang terdaftar untuk memilih dalam pemilu di Liberia. Pemilihan anggota parlemen juga diadakan di waktu yang sama.

Kampanye didominasi janji-janji untuk mengatasi kemiskinan, korupsi, dan jaminan stabilitas.

Liberia merupakan salah satu negara termiskin di dunia, yang lebih dari 50 persen warganya hidup dalam kemiskinan. Liberia juga satu dari tiga negara Afrika Barat yang terkena dampak wabah Ebola sepanjang 2014-2015 yang menewaskan lebih dari 11.300 orang.
(WIL)