RI Serukan Persatuan Negara Islam Hadapi Tantangan Dunia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 05 Oct 2017 08:44 WIB
indonesia-yordania
RI Serukan Persatuan Negara Islam Hadapi Tantangan Dunia
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Raja Yordania Abdulah II Bin Al-Hussein, di Istana Al-Husseiniyah, Amman. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Metrotvnews.com, Amman: Kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Amman, Yordania, membahas berbagai hal, salah satunya persatuan negara-negara Islam di dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak, Indonesia menyerukan persatuan tersebut untuk menghadapi tantangan yang diterima para umat Islam.

"Berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini memerlukan negara-negara Islam untuk bersatu dan bekerja sama dalam mengatasinya," ujar Retno saat melakukan kunjugan kehormatan kepada Raja Yordania, Raja Abdulah II Bin Al-Hussein, di Istana Al-Husseiniyah, Amman, dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 5 Oktober 2017.

Menlu Retno dan Raja Yordania membahas banyaknya tantangan yang dihadapi umat Islam, dan hal itu membutuhkan kerja sama kuat antara negara Islam. Karenanya diperlukan toleransi dan saling pengertian dibutuhkan dalam berinteraksi antar negara. 

"Kenyataan saat ini banyak waktu dihabiskan  untuk membahas penyelesaian berbagai konflik diantara negara Islam," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Menlu Retno juga menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo kepada Raja Abdullah untuk hadir sebagai pembicara utama di Bali Democracy Forum, di Bali 7-8 Desember 2017. Undangan tersebut diberikan kepada Raja Jordan mengingat perannya dalam memajukan pluralisme, toleransi dan demokrasi.



"Jordan telah menjadi contoh di kawasan sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, pluralisme dan demokrasi," tukas Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno dan Raja Yordania juga memberi perhatian terhadap tantangan dari terorisme dan radikalisme. Beberapa kekhawatiran yang dibahas keduanya terkait dengan Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan perkembangan  regionalisasi kelompok terorisme, seperti di Marawi. 

Raja Abdullah II menyambut  baik komitmen dan langkah Indonesia dalam upaya menanggulangi terorisme. Lebih lanjut, dia menyampaikan kesiapan Yordania untuk melakukan kerja sama khususnya terkait tukar informasi dan intelijen, program de-redikalisasi dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum. 

Retno berharap agar nota kesepahaman (MoU) kerja sama dalam menanggulangi terorisme dan redikalisme antara Indonesia dan Yordania dapat segera diselesaikan. "Terorisme dan radikalisme merupakan tantangan nyata dan hanya dapat dihadapi dengan kerja sama yang efektif baik di tingkat bilateral, regional maupun internasional," ucap Menlu Retno.

Keduanya juga membahas mengenai perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka yang juga menjadi tantangan bersama saat ini. Raja Yordania menyampaikan bahwa isu Palestina semakin kurang mendapat perhatian masyarakat internasional, sehingga membutuhkan upaya kita bersama untuk menempatkannya kembali di agenda masyarakat internasional. 


(WIL)