100 Tahun Deklarasi Balfour Diwarnai Protes Warga Palestina

Arpan Rahman    •    Jumat, 03 Nov 2017 10:59 WIB
palestina israel
100 Tahun Deklarasi Balfour Diwarnai Protes Warga Palestina
Sebuah instalasi seni dari seniman Inggris, Banksy, yang menunjukkan permintaan maaf Inggris atas Deklarasi Balfour (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Ramallah: Ribuan orang berkumpul di Timur Tengah, pada Kamis 2 November, guna memprotes seratus tahun deklarasi Inggris yang mendukung sebuah tanah air Yahudi di Palestina. Sebagian demonstran bentrok dengan kekuatan militer.
 
 
Deklarasi yang dinamakan Balfour -- di mana Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour mengirim sepucuk surat kepada Lord Rothschild pada 1917. Isi suratnya memberi dukungan bagi jalan keluar yang dibuat oleh orang Yahudi ke arah pembentukan Israel di masa depan.
 
Perdana Menteri Inggris Theresa May menjadi tuan rumah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Kamis, untuk memperingati ulang tahun tersebut. Mereka mengadakan sebuah makan malam. 
 
Namun para pendukung negara Palestina menyerukan permintaan maaf dari Inggris atas perannya dalam apa yang dianggap sebagai pendudukan Israel.
 
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan sebuah pernyataan yang meminta Inggris supaya mengakui Palestina dan menawarkan kompensasi.
 
Orang-orang berkumpul di Ramallah dan di luar konsulat Inggris di Yerusalem Timur demi memprotes deklarasi tersebut. Kalangan mahasiswa dari sebuah sekolah tinggi Palestina menandatangani sebuah petisi yang dikirim ke konsulat Inggris.
 
"Selain mengakui kesalahannya, Inggris harus bertanggung jawab atas kerusakan yang menimpa orang-orang Palestina akibat Deklarasi Balfour dan kebijakan yang terjadi," Zakaria Odeh, pemrotes berusia 64 tahun, mengatakan kepada Al Jazeera, seperti disitir UPI, Kamis 2 November 2017.
 
Pada Rabu, demonstran membakar patung Balfour di Betlehem. Tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pemrotes di sana, Kamis.



(FJR)