Kematian Mantan Presiden Yaman Dianggap Bersejarah oleh Houthi

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 10:40 WIB
konflik yaman
Kematian Mantan Presiden Yaman Dianggap Bersejarah oleh Houthi
Pendukung milisi Houthi di Ibu Kota Sanaa, mendengar pidato pemimpinnya Abdulmalik al-Houthi (Foto: AFP).

Sanaa: Pemimpin gerakan milisi Houthi, Abdulmalik al-Houthi, mengonfirmasi kematian mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh merupakan tindakan kelompoknya. Dia mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Saleh sebagai kejadian luar biasa dan bersejarah.

(Baca: Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh Pemberontak Houthi).
 
 
"Ini adalah kejadian luar biasa dan bersejarah," ujarnya, seperti dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Al Houthi menyerukan bahwa kematian Saleh merupakan hal yang diinginkan Tuhan.
 
Saleh dikabarkan tewas oleh tembakan jarak jauh. Dari keterangan sejumlah sumber dari Kongres Rakyat Umum mengatakan, mantan presiden itu baru saja memutuskan memihak sekutu pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman.
 
Pasukan Saleh, yang pada awalnya merupakan sekutu Houthi, terus terdesak oleh kelompok milisi tersebut pada hari keenam perang dalam kota yang menewaskan sedikitnya 125 orang dan meluakai 238 lainnya, demikian data dari Komite Internasional Palang Merah.
 
PBB sendiri mendesak agar perang dihentikan sementara demi tujuan kemanusiaan pada jam 10.00 sampai 16.00 waktu setempat, agar para warga sipil bisa mencari perlindungan.
 
Koordinator humaniter PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan bahwa jalanan di Sanaa telah menjadi 'medan pertempuran' dan para pekerja kemanusiaan 'masih terkepung'.

(FJR)