Pengungsi Palestina Terima Bantuan dari Indonesia

Fajar Nugraha    •    Kamis, 10 Jan 2019 19:12 WIB
indonesia-palestina
Pengungsi Palestina Terima Bantuan dari Indonesia
Penyerahan bantuan Indonesia dari Baznas kepada pengungsi Palestina. (Foto: Dok.KBRI Amman).

Amman: Indonesia terus berkomitmen memberikan bantuan kepada Palestina. Kali ini bantuan disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pengungsi Palestina di Jerash, Yordania.

Dalam menyalurkan bantuan ini Baznas berkerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman menyebutkan bahwa kegiatan ini mendukung diplomasi kemanusiaan yang dicanangkan pemerintah sebagai salah satu bentuk pelaksanaan politik luar negeri RI.

“Mudah-mudahan bantuan obat-obatan yang diberikan akan dapat bermanfaat bagi rakyat Palestina yang masih berada di pengungsian”, tegas Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto, kepada Maha Saqqa, Direktur Eksekutif Medical Aid for Palestinian (MAP).

MAP selama ini dikenal sebagai pengelola klinik kesehatan di kamp pengungsi Gaza di daerah Jerash-Yordania. Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh Muhammad Kilani, Wakil Sekretaris Jenderal JHCO.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan zakatnya kepada para pengungsi Palestina. Semoga solidaritas sesama umat ini akan menjadi ladang amal yang diberkahi Tuhan Yang Maha Esa”, sebut Maha.

Sementara Muhammad Kilani mengatakan bahwa penyerahan bantuan obat-obatan kepada Klinik MAP ini merupakan tahap awal dari penyerahan bantuan obat-obatan yang akan dilakukan JHCO kepada sejumlah klinik lain di beberapa kamp pengungsi Palestina di Yordania.

Penyerahan bantuan obat-obatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Baznas dengan JHCO yang telah ditandatangani 8 Oktober 2018 di Kementerian Luar Negeri RI yang disaksikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riad Maliki.


Penyerahan bantuan Indonesia dari Baznas kepada pengungsi Palestina. (Foto: Dok.KBRI Amman).


Dalam tahap awal, Baznas telah mendistribusikan bantuan sebesar USD150.000 yang merupakan dana bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina yang berada di pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat dunia. Untuk pengungsi Palestina, Baznas mempunyai dua program yaitu di bidang kesehatan dan bidang Pendidikan, guna membantu para pengungsi untuk mengentaskan kemiskinan dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

JHCO merupakan lembaga non-pemerintah yang dibentuk oleh pemerintah Kerajaan Yordania dan merupakan satu satunya lembaga yang mendapat mandat resmi untuk mengkoordinasikan penyaluran bantuan kemanusiaan, baik di dalam negeri Yordania maupun kepada negara-negara sahabat termasuk Palestina.  JHCO didirikan pada tahun 1990 atas inisiatif dan dipimpin langsung oleh Pangeran Hassan bin Talal, yang juga merupakan paman dari Raja Abdullah.

Dipilihnya JHCO sebagai sebagai mitra Baznas untuk penyaluran bantuan kepada pengungsi Palestina dikarenakan JHCO memiliki akses dan jaringan yang bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, antara lain dengan Otoritas Palestina, Pemerintah Israel, Tentara Nasional Yordania (Jordan Armed Forces/JAF), UNRWA, ICRC, dan berbagai Lembaga/organisasi internasional lainnya.

JHCO mempunyai jaringan data lengkap pengungsi di Yordania yang jumlahnya melebihi 4 juta orang, termasuk pengungsi Palestina sebanyak 2,2 juta orang dan 1,3 juga pengungsi Suriah serta pengungsi dari negara negara tetangga lainnya, seperti Irak, Yaman, Libya, dan Somalia.


(FJR)