Jet Tempur Rusia Gempur Idlib, Dua Orang Tewas

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Sep 2018 17:53 WIB
krisis suriahrusia
Jet Tempur Rusia Gempur Idlib, Dua Orang Tewas
Kehancuran di Provinsi Idlib, Suriah akibat serangan udara Rusia dan Pemerintah Suriah (Foto: AFP).

Idlib: Serangan udara Rusia terjadi di Provinsi Idlib, Suriah Jumat 7 September. Dua orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.
 
Serangan terjadi di saat Presiden Rusia Vladimir Putin berada di Teheran, Iran untuk membahas nasib provinsi yang berbatasan langsung dengan Turki itu.
 
Pasukan pemerintah telah berkumpul di sekitar Idlib selama berminggu-minggu menjelang serangan yang diperkirakan terjadi di provinsi itu. Wilayah ini diketahui dipegang oleh kelompok militan yang memiliki afiliasi dengan Al Qaeda dan milisi yang didukung oleh Turki.
 
"Pada Jumat pagi, serangan udara Rusia menargetkan posisi pemberontak di barat daya provinsi itu," sebut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), seperti dikutip AFP, Jumat 9 September 2018.
 
"Di antara pemberontak itu termasuk Hayat Tahrir al-Sham (HTS), serta kelompok garis keras Ahrar al-Sham," kata organisasi yang berbasis di Inggris tersebut.
 
Observatory menambahkan, serangan udara ini menghancurkan satu pos Ahrar al-Sham, menewaskan satu dari anggotanya dan melukai 14 lainnya di daerah Hobait.
 
Seorang gembala juga terbunuh dan empat orang lainnya terluka dalam pengeboman itu. Meskipun tidak segera jelas apakah mereka pejuang atau warga sipil.
 
"Tujuannya adalah untuk menghancurkan benteng pemberontak," ujar Kepala SOHR Rami Abdel Rahman.
 
Pesawat tempur Rusia kemudian melakukan serangan gelombang kedua pada target yang sama, mencegah pekerja penyelamat dari mengambil korban dari puing-puing.
 
HTS mengendalikan lebih dari separuh provinsi Idlib, sementara pemberontak lainnya, termasuk Ahrar al-Sham, memegang sebagian besar sisanya. Sementara Pemerintah Suriah menguasai bagian tenggara Idlib.
 
Hampir tiga juta orang tinggal di Idlib dan daerah yang dikuasai pemberontak. Setengah dari mereka telah mengungsi dari bagian lain negara itu. Lebih dari 350.000 orang telah tewas dan jutaan orang terlantar sejak perang meletus tahun 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.


(FJR)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

35 minutes Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA