Palestina Tarik Dubes dari 4 Negara Uni Eropa

Fajar Nugraha    •    Rabu, 16 May 2018 20:12 WIB
palestina israel
Palestina Tarik Dubes dari 4 Negara Uni Eropa
Warga Palestina memprotes peresmian Kedubes AS di Yerusalem (Foto: AFP).

Ramallah: Otoritas Palestina menarik pulang duta besar untuk empat negara anggota Uni Eropa. Penarikan dilakukan setelah keempat dubes itu menghadiri resepsi peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem.
 
(Baca: 43 Orang Tewas Seiring Dibukanya Kedubes AS di Yerusalem).
 
"Rumania, Republik Ceko, Hungaria dan Austria setelah duta besar mereka menghadiri resepsi Israel yang menandai dibukanya Kedutaan AS ke Yerusalem," pernyataan Otoritas Palestina, seperti dikutip AFP, Rabu 16 Mei 2018.
 
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina mengatakan duta besar negara-negara UE telah menghadiri resepsi sehari sebelum AS membuka kedutaan Israel di Yerusalem pada Senin 14 Mei 2018.
 
Langkah pemindahan kedutaan dan pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sangat memicu kemarahan warga Palestina. Wilayah Yerusalem timur selama ini dianggap sebagai ibu kota masa depan Palestina.
 
Israel sendiri mendapat kecaman dari beberapa negara. Belgia dan Irlanda memanggil Duta Besar Israel yang bertugas di kedua negara itu. Mereka menuntut jawaban atas insiden penembakan warga Palestina oleh prajurit Israel, Senin 14 Mei.
 
Kementerian Luar Negeri Belgia mengatakan pihaknya memanggil Duta Besar Simona Frankel, sementara Perdana Menteri Charles Michel mengatakan "kami menyerukan penyelidikan internasional yang dipimpin oleh PBB".
 
(Baca: Trump dan Netanyahu Bertanggungjawab Atas Pembantaian Gaza).
 
Irlandia juga memanggil duta besar Israel "untuk menyatakan kemarahan rakyat dan pemerintah atas kematian puluhan pengunjuk rasa di Gaza".
 
Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar menambahkan bahwa pemerintah "sangat terkejut dengan jumlah korban tewas dan skala cedera yang telah ditimbulkan oleh pasukan Israel terhadap demonstran Palestina".
 
"Sudah saatnya dilakukan penyelidikan internasional independen atas protes berdarah pada hari Senin. Tidak ada indikasi bahwa adanya skala ancaman yang memicu kekerasan dan begitu banyak kematian," kata Varadkar di Parlemen Irlandia.
 
Ribuan warga Palestina telah berkumpul di perbatasan Timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk mengambil bagian dalam demonstrasi yang bertujuan untuk memperingati ulang tahun Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 63 demonstran Palestina tewas dalam kejadian ini. Sementara 2.700 warga lainnya terluka.


(FJR)