PBB Kecam Serangan yang Tewaskan Warga Sipil di Suriah

Willy Haryono    •    Senin, 11 Jun 2018 13:06 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
PBB Kecam Serangan yang Tewaskan Warga Sipil di Suriah
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan adanya investigasi terhadap serangkaian serangan udara yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk beberapa anak-anak.

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebut serangan udara yang dimaksud terjadi pada 7 dan 8 Juni di desa Zardana, provinsi Idlib. Serangan yang diduga dilakukan pesawat jet tempur Rusia itu menewaskan 44 orang, termasuk enam anak-anak.

Dalam pernyataan resminya, Guterres mengekspresikan "kekhawatiran mendalam" mengenai serangan tersebut dan menyerukan adanya "investigasi menyeluruh." 

Selain menewaskan warga sipil, serangan itu juga dilaporkan mengenai beberapa tim medis.

Seperti dikutip dari AFP, Guterres mengingatkan bahwa Idlib adalah bagian dari perjanjian penurunan eskalasi ketegangan yang dibuat oleh Turki, Rusia dan Iran. Ia meminta ketiga negara itu tetap berkomitmen terhadap perjanjian.

Masih dari Idlib, serangan udara terbaru menewaskan 15 warga sipil, termasuk empat anak-anak. SOHR menyebut serangan dilakukan pemerintah Suriah.

Baca: Serangan Udara Suriah di Idlib Tewaskan 15 Warga Sipil

Sebagian besar dari Idlib masih dikuasai grup ekstremis, dan hanya beberapa bagian saja yang dikontrol pemerintah Suriah.

Sejak Rusia terlibat di Suriah pada 2015, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad saat ini telah merebut kembali sekitar separuh wilayah negara.

Lebih dari 350 ribu orang tewas sejak perang sipil di Suriah meletus pada 2011.


(WIL)