Koalisi Arab Lancarkan Serangan Besar ke Houthi di Yaman

Fajar Nugraha    •    Kamis, 14 Jun 2018 10:48 WIB
Koalisi Arab Lancarkan Serangan Besar ke Houthi di Yaman
Jet tempur koalisi Arab Saudi siap lakukan serangan ke Houthi (Foto: AFP).

Sanaa: Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan terbesar ke arah pemberontak Houthi di Yaman. Serangan ditujukan untuk memukul kekuatan Houthi.
 
Serangan ini diharapkan bisa menghancurkan kekuatan Houthi, namun dapat menimbulkan risiko krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
 
Pesawat tempur dan kapal perang Arab Saudi menggedor basis pertahanan Houthi untuk mendukung operasi darat oleh pasukan koalisi dan loyalis pemerintah Yaman. Pasukan ini bersiaga di selatan Hodeidah dalam operasi 'Kemenangan Emas'.
 
Serangan itu menandai pertama kalinya negara-negara Arab berusaha merebut kota besar yang sangat dijaga oleh Houthi. Sejak tiga tahun lalu, Houthi mengendalikan Ibu Kota Sanaa yang memiliki populasi padat.
 
Care International, salah satu dari beberapa organisasi bantuan yang masih beroperasi di Hodeidah mengatakan, 30 serangan udara menghantam kota Sanaa dalam waktu 30 menit kemarin. Hal ini menyebabkan ribuan orang mencari rute pelarian dari kota.
 
"Beberapa warga sipil terperangkap, yang lain dipaksa keluar dari rumah mereka. Kami pikir itu tidak bisa menjadi lebih buruk, tetapi kami salah," kata Direktur Care, Jolien Veldwijk, seperti dikutip Irish Independent, Kamis 14 Juni 2018.
 
PBB khawatir serangan itu dapat secara drastis memperburuk kondisi yang sudah dipenuhi keputusasaan di negara termiskin di kawasan Timur Tengah.
 
Kota Sanaa ini adalah rumah bagi 600.000 warga, dan pelabuhannya adalah rute utama untuk makanan dan bantuan untuk menjangkau sebagian besar Yaman. Hingga kini tercatat sekitar 8,4 juta warga dilanda kelaparan.
 
"Di bawah hukum humaniter internasional, pihak-pihak yang terlibat konflik harus melakukan apapun yang memungkinkan untuk melindungi warga sipil dan memastikan mereka memiliki akses ke bantuan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup," kata Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman Lise Grande.

Kepala pengungsi PBB, Filippo Grandi, mengatakan ada bahaya krisis semakin meluas jika warga Yaman meninggalkan rumah mereka dalam jumlah besar.
 
Pengeboman itu dimulai setelah Houthi mengabaikan peringatan tiga hari untuk meninggalkan kota. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Uni Emirat Arab.
 
"Pembebasan pelabuhan adalah awal jatuhnya milisi Houthi dan akan mengamankan pengiriman laut di Selat Bab al-Mandab dan memotong tangan Iran, yang telah lama menenggelamkan Yaman dengan senjata yang menumpahkan darah Yaman yang berharga," ujar pemerintah resmi Yaman.

Pemimpin Houthi Mohammed Ali Al-Houthi, yang mengancam akan menyerang tanker minyak, mengklaim pasukannya telah menyerang sebuah kapal tongkang koalisi. PBB, sementara itu, memperingatkan sebuah serangan terhadap pelabuhan itu "kemungkinan akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah diwarnai malapetaka".
(FJR)


Kontroversi Jaket Ibu Negara AS saat Kunjungi Detensi Imigrasi

Kontroversi Jaket Ibu Negara AS saat Kunjungi Detensi Imigrasi

12 hours Ago

Melania Trump mengejutkan dunia dengan mengunjungi migran anak di perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko…

BERITA LAINNYA