Diduga Pengikut Gulen, Turki Kembali Tahan 73 Akademisi

Sonya Michaella    •    Jumat, 18 Nov 2016 16:02 WIB
kudeta turki
Diduga Pengikut Gulen, Turki Kembali Tahan 73 Akademisi
Kudeta yang dilakukan warga Turki pada Juli 2016 kemarin (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Ankara: Polisi Turki kembali menahan 73 akademisi yang diduga berkaitan dengan ulama Fethullah Gulen. Gulen dituduh oleh Pemerintah Turki sebagai dalang atas kudeta pada Juli lalu.

Polisi menggeledah rumah para akademisi dan kantornya. Sebelum dibawa ke kantor polisi, mereka dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu untuk pemeriksaan kesehatan.

Dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016), beberapa dari akademisi diketahui menggunakan aplikasi ByLock dalam smartphone mereka di mana aplikasi ini dikhususkan untuk pengikut Gulen sejak 2014.

Sebelum penangkapan ini, sejumlah penangkapan dan pemecatan telah dilakukan pihak kepolisian Turki terhadap guru, dosen, bahkan wartawan yang dianggap menjadi pengikut Gulen. 

Kudeta Turki ini juga berimbas pada warga negara Turki di luar negeri dan warga negara lain yang bersekolah di Turki, apalagi yang menerima beasiswa dari yayasan Gulen.

Di Pakistan, pemerintahnya telah memerintahkan lebih dari 100 guru Turki yang mengajar di jejaring sekolah internasional untuk meninggalkan negara itu. Mereka beserta keluarga harus pergi pada akhir pekan ini.

Para guru bekerja di 28 sekolah PakTurk, yang disebut Turki terkait dengan Gulen yang sudah menetap di Amerika Serikat (AS) tersebut. Pihak sekolah menyangkal tuduhan itu.

Dalam sebuah pernyataan, Sekolah Internasional dan Kolese PakTurk mengatakan, guru-guru dan keluarga mereka, yang berjumlah sekitar 450 orang, telah diminta meninggalkan negara itu karena permintaan mereka untuk perpanjangan visa tidak mendapat persetujuan.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan sejauh ini tidak berkomentar. Pengusiran tersebut tidak diharapkan menghentikan fungsi sekolah yang sebagian besar anggota stafnya warga Pakistan.





(FJR)