Pasukan Irak Siap Perang Terakhir Lawan ISIS

Arpan Rahman    •    Sabtu, 15 Oct 2016 18:12 WIB
isis
Pasukan Irak Siap Perang Terakhir Lawan ISIS
Pasukan Peshmerga Kurdi yang membantu serangan melawan ISIS (Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, Mosul: Pasukan Irak dan Kurdi menyudahi rencana menyerang kubu terakhir Islamic State (ISIS) di Irak, di utara kota Mosul. Setelah berkumpul selama sebulan penuh, sekarang sebagian besar pasukan diperkuat oleh 60.000 personel.
 
Serangan bisa dimulai sejak dini akhir pekan ini dan menjadi tantangan terpenting menjelang dua tahun "khalifah" ISIS. Konflik telah mengguncang otoritas negara di jantung kawasan ini, menyebabkan eksodus massal pengungsi, percobaan genosida minoritas, dan menyebabkan keraguan serius atas kelangsungan Irak.
 
Pasukan Irak sudah bergerak ratusan kilometer, diperintahkan Baghdad menghadapi pertempuran terakhir melawan kelompok teror, dan bergeser ke ujung posisi mereka, pada Jumat 14 Oktober, bergabung dengan tentara Peshmerga asal Kurdi untuk menggempur dari selatan. Juga siap di lokasi, pasukan khusus AS, Inggris, dan Perancis, yang telah mendampingi pasukan Peshmerga. Mereka akan memainkan peran penting dalam serbuan udara terhadap sasaran ISIS di dalam kota.
 
ISIS ditaksir memiliki sekitar 6.000 anggota di Mosul. Mereka tersembunyi di antara populasi sipil diperkirakan 600.000 jiwa, yang sebagian besar diharapkan melarikan diri saat perang berkobar.
 
Gelombang baru pengungsi cenderung jauh lebih sulit ditangani daripada perang itu sendiri, sehingga pihak berwenang dan lembaga bantuan berusaha keras merampungkan rencana menjelang serangan itu. Save the Children, salah satu dari banyak LSM di dekat Mosul, mengatakan, beberapa pengungsi telah meninggal di tengah sulitnya perjalanan menuju kamp selatan kota.
 
"Anak-anak yang datang dari Hawija di ambang kematian. Bekal di perjalanan tak ada dan mereka lapar, haus, dan benar-benar kelelahan, setelah berjalan tanpa alas kaki melalui pegunungan penuh ranjau darat dan patroli ISIS," kata Aram Shakaram, wakil direktur Save the Children di Irak seperti dikutip Guardian, Jumat (14/10/2016).
 
"Tim kami mendengar bahwa seorang wanita dan keponakannya 17 tahun pingsan dan meninggal hanya beberapa kilometer dari pusat bantuan," imbuhnya.
 
Pasukan Kurdi menduga akan muncul perlawanan keras dari kelompok teror, yang telah kehilangan kota Tikrit, Ramadi, Sinjar, Fallujah, dan wilayah yang luas dekat Erbil.
 
Kendati sudah setahun lebih serangan udara pimpinan AS, mortir terus menghujani pasukan Kurdi. ISIS juga diyakini telah menempatkan ribuan bahan peledak buatan di desa-desa sejauh jalan ke Mosul. Galian tambang dan bom improvisasi cenderung meredam gerak maju pasukan, dan para perencana pertempuran mengira perang terakhir akan berlangsung setidaknya sebulan.
 
ISIS juga telah menggunakan gas beracun terhadap pasukan Kurdi -- hingga 19 kali dalam dua tahun terakhir. Para militan meyakini grup yang bertanggung jawab atas program senjata kimia semuanya telah ditangkap, atau dibunuh, tetapi risiko itu tetap muncul dari serangan yang berlanjut.
 
PBB memperkirakan sebanyak 700.000 penduduk Mosul akan butuh pertolongan ketika serangan berlangsung. Setidaknya 600.000 warga dan penduduk dataran Niniveh sudah menerima bantuan setelah melarikan diri sewaktu ISIS menyerbu kota itu.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA