Setahun di Arab Saudi, Presiden Yaman Mendadak Pergi ke Aden

Arpan Rahman    •    Minggu, 27 Nov 2016 13:02 WIB
konflik yaman
Setahun di Arab Saudi, Presiden Yaman Mendadak Pergi ke Aden
Presiden Yaman AbedRabbo Mansour Hadi tiba di kota Aden, 26 November 2016. (Foto: AFP/STR/SABA)

Metrotvnews.com, Aden: Presiden Yaman AbedRabbo Mansour Hadi terbang ke Aden dari pengasingannya di negara tetangga, Arab Saudi, Sabtu 26 November. 

"Presiden melakukan kunjungan mendadak ke markas pemerintah yang terkepung," kata salah seorang ajudannya.

Hadi diharapkan menetap selama beberapa hari di kota pelabuhan selatan, yang masih sering dilanda kerusuhan selama 18 bulan terakhir. Di kota itu, loyalisnya telah mengusir pemberontak yang didukung Iran dengan sokongan dari koalisi yang dipimpin Saudi.

Kunjungan ini merupakan kali pertama Hadi ke Aden dalam setahun, dan terjadi dua bulan setelah Perdana Menteri Ahmed bin Dagher dan tujuh menteri lainnya mendirikan basis di kota ini.

Dilansir Al Araby, Sabtu (26/11/2016), pemerintah Yaman sebelumnya telah dijalankan dari pengasingan sejak Oktober 2015.

Ibu kota Sanaa, seperti banyak kawasan utara negeri itu, tetap dikuasai pemberontak dan sekutu mereka. Sementara otoritas Hadi sebagian besar terbatas di daerah selatan dan sepanjang perbatasan Saudi.

Bahkan di selatan, loyalisnya telah menghadapi serangan berulang kali oleh militan baik dari al-Qaeda maupun saingannya, kelompok militan Islamic State (ISIS). Kepala keamanan di Aden telah menjadi target tertentu.

Baca: AS Dorong Kelanjutan Dialog Damai di Yaman

Kunjungan Hadi muncul di saat pertempuran sengit berkecamuk antara pasukan pro-pemerintah dan pemberontak, setelah gagalnya gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat (AS), Senin pekan lalu.

Para pemberontak melancarkan serangan baru di pinggiran kota Midi, di pantai Laut Merah dekat perbatasan Saudi. "Serangan menewaskan enam tentara dan melukai 14 korban," kata seorang pejabat militer.

Pasukan loyalis merebut kota pada Januari lalu, tetapi sejak itu perebutan telah berpindah tangan beberapa kali.

"Para pemberontak kehilangan dua pejuangnya, tapi berhasil membersihkan pasukan loyalis dari ruas jalan antara Midi dan Haradh, kota pedalaman yang juga berpindah tangan beberapa kali dalam perebutan selama satu tahun terakhir," tambah pejabat itu.

Lebih jauh ke sebelah timur, pasukan pemerintah melancarkan serangan lintas-perbatasan dari provinsi Saudi di Najran, demi merebut al-Baqaa yang sejak lama telah diduduki pemberontak dan menyisakan tewasnya 18 militan dan enam loyalis Hadi.

 


(WIL)