Ribuan Warga Protes Serangan Udara Arab Saudi di Yaman

Arpan Rahman    •    Senin, 10 Oct 2016 11:56 WIB
konflik yaman
Ribuan Warga Protes Serangan Udara Arab Saudi di Yaman
Warga memunguti sejumlah barang di tengah bangunan yang hancur terkena serangan udara koalisi Arab Saudi di Sanaa, Yaman, 8 Oktober 2016. (Foto: AFP/MOHAMMED HUWAIS)

Metrotvnews.com, Sanaa: Ribuan warga Yaman berbaris di Sanaa, Yaman, Minggu (9/10/2016), untuk memprotes serangan udara yang menewaskan 140 orang pada satu hari sebelumnya. Serangan yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Arab Saudi itu ditujukan kepada pemberontak Houthi. 

Seperti dilansir Daily Mail, gempuran tersebut merupakan salah satu serangan tunggal paling mematikan dalam perang sipil di Yaman yang dimulai sejak tahun lalu.

Serangan udara yang menghantam sebuah aula pemakaman di Yaman menewaskan lebih dari 140 orang. Ini merupakan pengeboman terbaru dalam rangkaian serangan koalisi Arab Saudi terhadap rumah sakit, pasar, dan tempat-tempat berkumpulnya warga sipil. Koalisi beralasan serangannya semata ditujukan kepada pemberontak dan sekutunya yang terus memerangi pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Selain menewaskan 140 orang, serangan udara juga melukai lebih dari 525 orang. Kementerian Kesehatan yang dikuasai pemberontak merilis data korban tewas yang lebih rendah, yakni 115. Namun jumlah itu kemungkinan bertambah karena beberapa "korban hangus terbakar" masih diidentifikasi. 

Di rumah sakit yang merawat korban terluka, para pasien berbicara tentang serangan udara dalamupacara pemakaman. "Serangan pertama menghantam pintu, yang kedua hampir menimpa kami, dan kemudian bangunan ambruk. Saya terluka pada hantaman pertama, dan tentu saja saya berdoa kepada Tuhan, kemudian bagian atap besi mulai jatuh menimpa saya," kata Hasaan Nagi, yang kehilangan kakinya. 

Para pengunjuk rasa menyalahkan PBB karena dinilai gagal mengakhiri konflik di Yaman dan mendesak adanya penyelidikan independen terhadap serangan udara terbaru. Demonstran lainnya mengacungkan senjata otomatis, sementara pendukung pemberontak menyerukan masyarakat kawasan untuk bangkit dan menyerang Arab Saudi.

Militer Arab Saudi mengaku akan mengadakan penyelidikan internal atas "laporan serangan bom yang fatal" di Sanaa. Padahal, koalisi Arab Saudi adalah satu-satunya kekuatan udara dalam konflik di Yaman.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA