Gencatan Senjata Suriah Bertahan Sehari Penuh

Willy Haryono    •    Selasa, 13 Sep 2016 12:55 WIB
krisis suriah
Gencatan Senjata Suriah Bertahan Sehari Penuh
Seorang pria mengangkat sepeda di tengah reruntuhan bangunan di Salihin, Aleppo, Suriah, 11 September 2016. (Foto: AFP/AMEER ALHALBI)

Metrotvnews.com, Aleppo: Gencatan senjata yang disebut Amerika Serikat (AS) sebagai "kesempatan terakhir menyelamatkan Suriah" bertahan selama sehari penuh sejak Senin hingga Selasa (13/9/2016). 

Seluruh wilayah Suriah termasuk dalam gencatan senjata ini, kecuali area yang dikuasai grup ekstremis seperti Islamic State (ISIS). 

Koresponden kantor berita AFP di Aleppo, kota yang sebagian dikuasai pemberontak dan rezim Presiden Bashar al-Assad sejak 2012, mengaku sudah tidak lagi melihat adanya pertempuran sejak Senin 12 September. 

Roket terakhir yang ditembakkan dari wilayah timur ke area rezim terjadi pada Senin sekitar pukul 19.00 waktu Aleppo. 

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengonfirmasi situasi "sunyi senyap" di hampir seluruh garis depan. 

Menteri Luar Negeri AS John Kerry megnatakan kepada awak media di Washington bahwa "masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan" dari gencatan senjata ini. Kerry mengaku sudah menerima laporan "berkurangnya beberapa" aksi kekerasan, dua jam sejak gencatan senjata pertama kali diberlakukan.

"Meski masih ada keraguan, dan akan datangnya tantangan dalam beberapa hari ke depan, gencatan senjata ini berpeluang berhasil," ungkap Kerry, yang menyepakati gencatan senjata pada Jumat pekan lalu bersama Menlu Rusia Sergei Lavrov.

"Saya meminta semua pihak terkait untuk mendukung gencatan senjata terbaru, karena mungkin ini adalah kesempatan terakhir menyelamatkan Suriah," tambah dia. 

Aleppo Lebih Tenang


Warga menggendong bayi di tengah reruntuhan bangunan di Aleppo. (Foto: AFP)

Sementara itu di wilayah permukiman Suriah, warga berharap yang terbaik. "Saya terus mengecek jam setiap waktu, menanti datangnya pukul 07.00," kata Khaled al-Muraweh, seorang penjaga toko di distrik Furqan, Aleppo. 

"Saya berharap gencatan senjata ini bertahan, agar saya bisa bertemu saudara saya di bagian yang dikuasai pemberontak di kota ini," sambung dia. 

Di timur Aleppo, warga merayakan Hari Raya Iduladha tanpa merasa was-was terkena serangan udara. "Ini adalah hari paling tenang sejak saya menikah sepekan lalu," ujar Shadi Saber, 26.

Sebelumnya, sekitar 100 orang tewas dalam serangan udara sejak gencatan senjata terbaru di Suriah diumumkan pada 11 September. 


(WIL)