Bahrain Vonis Mati Dua Warga atas Serangan Bom

Willy Haryono    •    Rabu, 29 Mar 2017 21:27 WIB
eksekusi mati
Bahrain Vonis Mati Dua Warga atas Serangan Bom
Seorang polisi bersiaga di Manama, Bahrain, 5 Desember 2014. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Manama: Sebuah pengadilan Bahrain memvonis hukuman mati kepada dua warga atas serangan bom pada 2015 yang menewaskan dua polisi dan melukai enam lainnya, Rabu 29 Maret 2017. 

Pengadilan Kriminal Bahrain juga menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada lima orang. Sebanyak 15 orang lainnya juga divonis hukuman penjara, mulai dari enam bulan hingga sepuluh tahun. Dua orang dibebaskan dari dakwaan. 

Saat ini, seperti dikutip Reuters, Bahrain sedang menekan sentimen perbedaan pendapat dengan menangkap sejumlah aktivis, melarang grup oposisi al-Wefaq dan mengambil sejumlah langkah untuk membubarkan asosiasi sekuler.

Bahrain telah dilanda sejumlah gerakan unjuk rasa sejak pemerintah menghantam keras aksi protes pada 2011. Ketika itu, gelombang protes dilancarkan mayoritas Syiah, yang menginginkan porsi lebih besar dalam menjalankan pemerintahan.

Surat kabar al-Wasat mengidentifikasi dua pria yang divonis mati sebagai Mohammed Ibrahim al-Touq dan Mohammed Qadhi Abdullah. 

Keduanya disebut dalam sebuah laporan surat kabar BNA pada 2015 sebagai bagian dari anggota grup terkait ledakan bom di luar sebuah sekolah perempuan di Sitra.

Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan delapan anggota dari grup tersebut, dan meminta tujuh lainnya membayar denda 6.640 dinar untuk mengganti kerusakan akibat ledakan. Para terdakwa dapat mengajukan banding.

Januari lalu, Bahrain mengeksekusi mati tiga pria Syiah akibat membunuh tiga polisi, termasuk seorang petinggi dari Uni Emirat Arab, dalam serangan bom pada 2014.


(WIL)

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara
Serangan Teror di Kota Manchester

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara

9 hours Ago

Untuk menghormati mereka yang menjadi korban, manajemen Chelsea akhirnya memutuskan untuk menunda…

BERITA LAINNYA