Kapal Nelayan Tenggelam di Selandia Baru, Tujuh Orang Tewas

Arpan Rahman    •    Minggu, 27 Nov 2016 14:19 WIB
kecelakaan kapal
Kapal Nelayan Tenggelam di Selandia Baru, Tujuh Orang Tewas
Kepolisian Selandia Baru menyebut tenggelamnya kapal The Francie sebagai tragedi nasional. (Foto: Facebook)

Metrotvnews.com, Auckland: Tujuh orang tewas dan beberapa lainnya hilang setelah sebuah kapal nelayan terbalik di dekat Auckland, Selandia Baru. Kepolisian Selandia Baru menyebut peristiwa ini sebagai "tragedi nasional."

The Francie, sebuah kapal sewaan, terbalik pada Sabtu 26 November sore, di pelabuhan Kaipara, barat laut Auckland, dengan sebelas penumpang di dalamnya.

Kapal sepanjang 12 meter itu terjebak ketika menyeberangi sebuah gundukan pasir berbahaya dalam pelayaran kembali ke pelabuhan. Tenggelamnya kapal memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan polisi, penjaga pantai, dan tim peselancar lokal.

Dilansir The Guardian, Sabtu (26/11/2016), salah seorang pemancing selamat dengan berenang ke pantai, sementara dua lainnya diselamatkan helikopter.

"Tapi regu penolong tidak dapat menyelamatkan penumpang lainnya dan lima mayat ditemukan dalam beberapa jam awal pencarian," kata polisi. 

Dua mayat lagi ditemukan semalam dan satu orang masih hilang, diperkirakan tewas. Salah seorang korban adalah nakhoda dan pemilik kapal, Bill McNatty.

Berbicara pada konferensi pers, inspektur polisi Auckland Mark Fergus, mengatakan: "Tiga korban dibawa ke rumah sakit dan telah dirawat dan pulih didampingi keluarga mereka. Sebuah penyelidikan sedang berlangsung, dilakukan petugas koroner."

"Kami akan menilai apakah terjadi kesalahan dan siapa saja yang terlibat. Ini adalah tragedi maritim nasional," tutur Fergus.


Pemandangan umum Auckland. (Foto: AFP)

Tony Walles, operator lokal kapal sewaan, mendengar panggilan dari McNatty di radio VFX pada Sabtu sekitar pukul 14:30, seraya berkata ia mencoba menyeberangi gundukan pasir selama satu jam.

Walles mengatakan, cuaca laut saat itu buruk, dan makin lama semakin tidak bersahabat. Ketinggian air laut sempat mencapai 3-4 meter. Menurut dia, tak satu pun dari lima kapal lain di pelabuhan berusaha menolong.

"Saya merasa begitu sedih melihat orang-orang itu telah pergi," katanya.

Inspektur polisi Auckland, Willi Fanene, mengatakan semua orang di atas kapal selain nakhoda, berasal dari negara-negara Kepulauan Pasifik -- empat berkebangsaan Tonga, satu dari Samoa, dan satu asal Kepulauan Cook. Para penumpang yang hilang diyakini berasal dari Kepulauan Cook.

"Ini tragedi mengerikan bagi masyarakat nelayan dan sangat menyakitkan bagi masyarakat Kepulauan Pasifik," katanya. "Petugas telah dikirim untuk memberitahu keluarga dari delapan korban. Duka cita disampaikan oleh komunitas Pasifik, termasuk juga oleh semua orang Selandia Baru."

Peseta Sam Lotu-Iiga, Menteri Selandia Baru bagi masyarakat Pasifik, mengatakan, kehilangan akan dirasakan di seluruh wilayah tersebut.

"Doa saya dan simpati terdalam kepada keluarga yang sekarang menghadapi Natal tanpa ayah, suami, dan anak-anak. Mereka adalah sesama teman yang suka pergi memancing bersama setiap waktu," pungkasnya.


(WIL)