Pemberontak Yaman Bantah Tembak Kapal Perang AS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 13 Oct 2016 15:08 WIB
konflik yaman
Pemberontak Yaman Bantah Tembak Kapal Perang AS
Pemberokan Houthi di Yaman (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sanaa: Pemberontak Houthi di Yaman, membantah telah melepaskan tembakan dua rudal ke arah kapal perang Amerika Serikat (AS).
 
 
"Tuduhan itu sangat tidak berdasar," ujar pihak Houthi kepada Kantor Berita Saba, seperti dikutip AFP, Kamis (13/10/2016).
 
"Pasukan militer yang bersekutu dengan kami dan pihak milisi tidak memiliki kaitan apapun dengan serangan tersebut," tegas pihak pemberontak Houthi.
 
Pihak Pentagon mengatakan, lokasi radar yang diserang oleh militer AS pada Kamis 12 Oktober itu, merupakan imbas penyerangan dari pihak pemberontak terhadap kapal perang USS Mason. Dalam empat hari terakhir, kapal perang itu ditembaki rudal sebanyak dua kali.
 
"Kapal perang itu menjadi target serangan dari wilayah yang dikuasai pemberontak. Namun rudal yang ditembakkan jatuh ke laut sebelum mengenai target," imbuh pihak Pentagon.


Kapal perang AS USS Mason (Foto: AFP)
 
 
USS Mason dan sebuah kapal amfibi, USS Ponce kemudian juga menjadi target serangan rudal. USS Ponce juga dihadapkan pada dua rudal yang gagal mengenai target.
 
Pihak pemberontak Houthi menilai tuduhan dari Pentagon sebagai upaya untuk menyediakan alasan memberi dukungan intelijen dan logistik, bagi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Selama ini koalisi tersebut melancarkan serangan terhadap Houthi, demi membela Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang kekuasaannya dilucuti oleh Pemberontak Houthi.
 
"Klaim ini tidak lebih sebagai upaya justifikasi melancarkan serangan dan menutupi kejahatan yang dilakukan oleh pihak koalisi, terhadap rakyat Yaman," pungkas Pemberontak Houthi.
Kapal perang AS dalam sebuah formasi (Foto: AFP)
 
 
Kritikan terhadap koalisi pimpinan Arab Saudi makin meningkat. Dunia internasional mempertanyakan efektivitas serangan tersebut, menyusul banyaknya warga sipil yang tewas dalam serangan di wilayah Pemberontak Houthi.
 
Pada Sabtu 8 Oktober lalu, serangan udara pihak koalisi menewaskan lebih dari 140 warga sipil. Serangan diarahkan kepada peringatan kematian dari ayah seorang petinggi pemberontak di Sanaa.
 
Sementara sejak intervensi Arab Saudi di Yaman, lebih dari 6.800 jiwa tewas. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dua pertiga dari yang tewas itu adalah warga sipil.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA