Jenderal Irak Desak ISIS di Mosul untuk Menyerah

Fajar Nugraha    •    Rabu, 19 Oct 2016 19:35 WIB
isis
Jenderal Irak Desak ISIS di Mosul untuk Menyerah
Jenderal Irak Desak ISIS di Mosul untuk Menyerah (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mosul: Seorang jenderal Irak mendesak kelompok militan Islamic State (ISIS) untuk menyerah. Desakan keluar setelah pasukan Irak terus menekan kekuatan ISIS di Mosul.
 
Operasi berskala besar sudah berlangsung di Mosul, Irak selama tiga hari terakhir. Letnan Jenderal Talib Shaghati mengatakan bahwa lebih dari 6.000 anggota ISIS berada di dalam Mosul, tetapi tidak diketahui berapa jumlah anggota militan asing.
 
ISIS menduduki Mosul sejak 2014. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ISIS mengalami kekalahan dan Mosul merupakan basis pertahanan terbesar terakhir bagi ISIS di Irak.
 
Hingga saat ini kelompok teroris itu memberikan perlawanan ketat di desa yang meliputi kota Mosul. Di desa-desa ini pertempuran berlangsung.
 
 
Sebagai bentuk perlawanan, ISIS mengirim truk dipenuhi bahan peledak ke garis depan. Mereka juga menembakan mortir ke arah pasukan Irak.
 
Seorang pejabat militer Irak dari Divisi 9 mengatakan, pasukannya saat ini berasa sekitar satu kilometer di Kota Bakhida. Kota itu berada di sebelah timur Mosul.
 
"Tercatat, ISIS sudah mengirim 12 bom mobil dan semuanya meledak sebelum mengenai target. Sementara hanya sedikit pasukan kami yang terkena serangan mortir," ujar pejabat yang tidak diketahui namanya itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/10/2016).


Pasukan Irak hadapi ISIS di Mosul (Foto: AFP).

 
Operasi merebut kembali Mosul merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan oleh militer Irak , sejak invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.
 
Sekitar 25 ribu prajurit, termasuk milisi Kurdi yang dikenal dengan sebutan Peshmerga turut serta dalam serangan ini. Sementara milisi Syiah yang dikenal Popular Mobilisation Units, dikabarkan sudah mendekati Mosul dari berbagai arah.
 
Pemimpin ISIS terdesak operasi militer Irak
 
Pemimpin kelompok militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dikabarkan tersudut di kota Mosul. Laporan mengenai kondisi Baghdadi diperoleh dari informasi intelijen pihak pasukan Kurdi. 
 
"Kami mendapatkan laporan intelijen yang solid bahwa Baghdadi berada di kota (Mosul) ini," ujar petinggi pasukan Kurdi, Hoshiyar Zebari.
 
"Baghdadi saat ini diyakini tertahan bersama pembuat bom Fawzi Ali Nouimeh," lanjutnya.
 
 
Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pasukan ISIS akan berjuang mati-matian melawan pasukan Irak. Hal tersebut dilakukan untuk mengesankan Al-Baghdadi.
 
Sementara laporan awal menyebutkan bahwa ISIS sudah menggali beberapa terowongan yang rumit dan menanam jebakan menunggu pasukan Irak dan Peshmerga dari Kurdi.   

 



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

5 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA