Taliban Terima Perundingan Damai Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 24 Aug 2018 06:59 WIB
taliban
Taliban Terima Perundingan Damai Rusia
Tentara Afghanistan memeriksa mobil Taliban. (Foto: AFP).

Kabul: Taliban menyatakan menerima undangan Rusia untuk melakukan perundingan damai. Padahal pemerintah Afghanistan menolak tawaran tersebut.

"Pemimpin kami menerima undangan Rusia untuk berpartisipasi dalam perundingan damai yang digagas Rusia," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dilansir dari AFP, Kamis 23 Agustus 2018.

Salah seorang komandan Taliban mengatakan ada empat anggota senior akan menghadiri perundingan tersebut. Mereka dipimpin Sher Mohammad Abbas Stanekzai.

Rusia mengundang sejumlah negara untuk ikut dalam perundingan pada 4 September mendatang, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan sendiri.

Namun, Pemerintah Afghanistan menuduh Rusia bertujuan untuk menggunakan kelompok gerilyawan Taliban untuk memerangi ISIS. Tuduhan tersebut disampaikan Duta Besar Afghanistan untuk Rusia, Abdul Qayyum Kochai dan langsung dibantah oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kelompok afiliasi ISIS di Afghanistan telah melancarkan sejumlah serangan yang menghancurkan dalam beberapa tahun terakhir dan telah berulang kali terlibat bentrok dengan Taliban.

"Saya bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana Rusia dapat memanfaatkan Taliban untuk memerangi ISIS," kata Lavrov dalam konferensi pers.

"Kami melawan ISIS dengan segala cara yang ada, kami mendukung Suriah dalam perjuangannya," tukas Lavrov.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam tuduhan pemerintah Afghanistan dan menyebutnya hanya didasari sindiran dan telah benar-benar mengubah arti kebijakan Rusia terhadap Afghanistan. 

"Sangat disayangkan bahwa alih-alih membantu mempertahankan kemitraan dan saling percaya antara Rusia dengan Afghanistan, duta besar mereka justru telah mengambil langkah yang menuju ke arah yang berlawanan," kata kementerian dalam pernyataannya.


(AZF)