Jutaan Warga Sierra Leone Pilih Presiden Baru

Willy Haryono    •    Rabu, 07 Mar 2018 12:32 WIB
sierra leone
Jutaan Warga Sierra Leone Pilih Presiden Baru
Salah satu pendukung capres Samura Kamara dalam kampanye di Freetown, Sierra Leone, 5 Maret 2018. (Foto: AFP/ISSOUF SANOGO)

Freetown: Sierra Leone menggelar pemilihan umum pada Rabu 7 Maret 2018 untuk memilih presiden baru di tengah rasa frustrasi warga terhadap dua partai yang berkuasa di negara mereka sejak kemerdekaan.

Lebih dari 3,1 juta orang terdaftar untuk menggunakan hak suara dalam pilpres. Bilik-bilik suara di seantero negeri mulai dibuka pada pukul 07.00 dan ditutup 18.00 waktu setempat. 

Perekonomian Sierra Leone berada dalam kondisi buruk sejak krisis penyakit Ebola pada 2014-2016. Merosotnya harga beragam komoditas telah membuat banyak investor asing enggan melirik Sierra Leone, salah satu negara termiskin di dunia.

"Kami siap dan berkomitmen melakukan pilpres kredibel," ujar Mohamed Conteh, Kepala Komisi Pemilihan Umum Sierra Leone (NEC), seperti dilansir AFP. 

Hasil hitung cepat diperkirakan muncul dalam kurun waktu 48 jam usai semua bilik suara ditutup. Sementara hasil akhir akan selesai dalam dua pekan ke depan.

Presiden Ernest Bai Koroma tidak dapat mencalonkan diri lagi karena terkena aturan batas masa jabatan. Ia telah menunjuk seorang penerusnya dari Partai Semua Rakyat (APC), Samura Kamara. 

"Saya adalah pewaris terbesar (Koroma). Saya perlu mempertahankan apa yang sudah dia capai, dan mengembangkannya," tutur Kamara kepada AFP. 

Kubu oposisi dari Partai Rakyat Sierra Leone (SLPP) mengajukan kandidat Julius Maada Bio, yang kalah dari Koroma pada 2012.

Kedua partai secara bergantian memimpin Sierra Leone usai negara tersebut merdeka dari Inggris pada 1961.


(WIL)