Quraish Shihab Bertemu Paus Fransiskus di Forum Keagamaan UEA

Fajar Nugraha    •    Rabu, 06 Feb 2019 18:55 WIB
paus fransiskusquraish shihab
Quraish Shihab Bertemu Paus Fransiskus di Forum Keagamaan UEA
Quraish Shihab sempat bertemu dengan Paus Fransiskus di sebuah forum keagamaan di Uni Emirat Arab (UEA). (Foto: Pusat Studi Alquran).

Dubai: Paus Fransiskus membuat sejarah sebagai pemimpin gereja Katolik pertama yang menginjakkan kakinya di Uni Emirat Arab (UEA). Di kesempatan sama, ulama Indonesia yang juga pakar tafsir Alquran Quraish Shihab sempat bertemu dengan Paus Fransiskus.

Pada Senin 5 Februari dunia menyaksikan sejarah ditandatanganinya Deklarasi Abu Dhabi. Deklarasi itu disebut sebagai ‘Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan’.

Deklarasi itu ditandatangani oleh Imam Besar Al-Azhar, Dr. Ahmed At-Tayyeb dan Paus Fransiskus. Deklarasi ini merupakan hasil atas acara Pertemuan Persaudaraan Manusia yang digelar di Uni Emirat Arab.

Dalam forum itu, Quraish Shihab bersalaman dengan Paus Fransiskus. Suasana bersahabat tampak jelas terlihat dalam pertemuan itu, ketika kedua tokoh ini saling bersalaman.

Forum lintas agama ini dihadiri oleh 400 pemimpin keagamaan, termasuk dari Indonesia. Quraish Shihab sendiri turut memberikan ceramah di dalam forum itu.

Ceramah berjudul ‘Persaudaraan Manusia: Tantangan dan Kesempatan’ tersebut, ulama ternama Indonesia itu mengemukakan ikatan kebersamaan dalam agama tidak menafikan ikatan persaudaraan antar manusia.

“Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, disertai dengan sifat rakus atau tamak, egoisme dan mengesampingkan manusia dan kemanusiaan,” ujar Quraish Shihab, dalam pernyataan yang dikutip dari Pusat Studi Alquran, oleh Medcom.id, Rabu, 6 Februari 2019.

“Namun, kami optimistis bahwa kesempatan untuk mewujudkan persaudaraan manusia, masih terbuka luas. Bukan saja karena kita harus optimis dalam segala hal, atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, tetapi karena tanda-tanda ke arah itu terbentang jelas di depan mata kita,” tuturnya.

Antara lain menurut Quraish Shihab tampak dalam hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antarsesama, dengan gagasan-gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia.

Ungkapan ‘Agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni’ yang disampaikan oleh Quraish Shihab, menurutnya sejalan dengan pesan-pesan Alquran yang menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan. Bukan saja dengan sesama Muslim, tetapi juga sesama manusia, walau berbeda keyakinan.

Quraish Shihab merupakan salah satu pendiri Majelis Hukama Al-Islam bersama Grand Sheikh Al-Azhar serta beberapa ulama lainnya dari Maroko, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Nigeria. Organisasi ini dipimpin oleh Dr. Ahmed At-Thayyeb, selaku Grand Sheikh Al-Azhar, Mesir.

Majelis Ulama berusaha menemukan hukum-hukum keagamaan, sementara Majelis Hukama Al-Islam fokus pada penakanan upaya penghindaran kekerasan.


(FJR)