Dua Penjaga Perdamaian Sri Lanka Terbunuh di Mali

Arpan Rahman    •    Minggu, 27 Jan 2019 17:11 WIB
konflik mali
Dua Penjaga Perdamaian Sri Lanka Terbunuh di Mali
Personel MINUSMA berpatroli di kota Konna, Mali, 5 Juli 2018. (Foto: AFP/ISMAEL DIALLO)

Douentza: Ledakan bom rakitan yang mengenai sebuah konvoi di Mali menewaskan dua anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Sri Lanka dan juga melukai enam personel lainnya.

Kedua penjaga perdamaian itu adalah bagian dari Misi Stabilisasi PBB untuk Mali (MINUSMA). Ledakan terjadi di area dekat Douentza di Mopti, Mali tengah, Jumat 25 Januari.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan tersebut dan juga mengungkapkan "belasungkawa mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka serta keluarga serta kerabat kedua korban."

MINUSMA adalah salah satu misi paling berbahaya bagi pasukan penjaga perdamaian PBB. Pemerintah Mali menghadapi serangkaian kemunduran dalam upaya mengembalikan stabilitas negara sejak sejumlah grup ekstremis menguasai wilayah utara pada 2012.

Satu hari sebelum serangan terbaru, seorang penjaga perdamaian asal Burkina Faso terluka dalam ledakan bom rakitan terhadap sebuah konvoi di area yang sama. Sejauh ini, belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terbaru.

"Serangan pengecut ini tidak akan menggoyahkan tekad MINUSMA dalam mendukung rakyat dan pemerintah Mali mencapai perdamaian dan stabilitas," kata Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, seperti dilansir dari laman UPI, Sabtu 26 Januari 2019.

Sepuluh penjaga perdamaian asal Chad tewas dibunuh dan 25 lainnya terluka dalam serangan kelompok bersenjata di Mali pada Minggu kemarin. Serangan yang diduga dilakukan grup terafiliasi al-Qaeda itu terjadi di sebuah kamp MINUSMA di Aguelhok.


(WIL)