Pelajar Jadi Corong Utama Promosi Budaya RI di Negeri The Hobbit

   •    Minggu, 16 Apr 2017 21:47 WIB
indonesia-selandia baru
Pelajar Jadi Corong Utama Promosi Budaya RI di Negeri The Hobbit
Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dalam sambutannya di hadapan PPI Selandia Baru, 14-15 April 2017. (Foto: PPI/KBRI Wellington)

Metrotvnews.com, Wellington: Perhimpunan Pelajar Indonesia di Selandia Baru dengan didukung KBRI Wellington mengadakan Kongres PPI se-Selandia Baru di Wellington, 14 – 15 April 2017. 

Sebanyak 27 pelajar mewakili PPI dari enam wilayah di negeri "The Hobbit" ini menghadiri kongres yang diadakan di Universitas Victoria Wellington, yaitu PPI Auckland, PPI Palmy, PPI Wellington, PPI Canterbury, PPI Dunedin dan PPI Hamilton. 

Rosyid Jazuli, Ketua PPI Selandia Baru demisioner, inisiator penggagas kongres ini mengatakan selain untuk pemilihan Ketua PPI Selandia Baru periode 2017/2018, kongres kali ini ingin menguatkan kembali semangat pelajar Indonesia di Selandia Baru untuk lebih berkontribusi kepada Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri sudah melekat di hati sanubari setiap pelajar RI di luar negeri. 

"Meski memiliki kesibukan untuk belajar, Pelajar Indonesia di Selandia Baru punya tanggung jawab mengenalkan nilai-nilai dan budaya Indonesia kepada masyarakat Selandia Baru. Di samping untuk mencapai prestasi akademik, melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia di Selandia Baru, pelajar Indonesia memiliki kesempatan untuk turut mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia. Karena itu, koordinasi dan jejaring antar-pelajar di Selandia Baru melalui PPI perlu dikuatkan," ujar Rosyid, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Minggu 16 April 2017.

Karena itu, melalui kongres ini pelajar Indonesia dapat bertukar informasi dan memperkuat kerja sama untuk memberikan sumbangsih bagi Tanah Air. Di antaranya adalah membuat kegiatan pertunjukan budaya dan bazar kuliner Indonesia. 

Kongres PPI se-Selandia Baru ini berhasil memilih Yuris Ramadhan yang merupakan Ketua PPI Auckland sebagai Ketua Presidium PPI Selandia Baru untuk periode 2017/2018. 

Corong utama Promosi Budaya 

Terdapat beberapa sesi diskusi dalam kongres kali ini. Setelah sesi pertama tentang penguatan hubungan antara pelajar dan KBRI dengan pembicara Wanton Saragih, Koordinator Fungsi Pensosbud dan Pendidikan KBRI Wellington, digelar sesi berbagi pengalaman atau best practice dari masing-masing PPI wilayah. Dari diskusi, terlihat semangat pelajar Indonesia untuk mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia kepada masyarakat Selandia Baru. 

"Pelajar membuktikan bahwa di sela-sela kesibukan belajar, mereka bisa menjadi corong utama promosi kebudayaan Indonesia di Selandia Baru," ujar Rosyid.  

Tahun lalu, dengan dukungan KBRI Wellington, PPI Wellington dan Invercargill sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Indonesian Night. 

Pada kedua kegiatan tersebut, pelajar warga lokal dan internasional turut terlibat sebagai performers dan penonton pertunjukan budaya Indonesia, sehingga membuat kegiatan semakin "hidup." 

Kegiatan tersebut menjadi "role model" bagi para pelajar asing dan terdorong untuk mengadakan kegiatan yang sama. Pelajar mengungkapkan bahwa di antara makanan Indonesia, favorit 'bule' Selandia Baru adalah sate, rendang, nasi kuning, es buah, dan es cendol. 

Dari diskusi, diungkapkan juga bahwa PPI dari wilayah Canterbury telah berhasil melaksanakan pengumpulan dana atau fundraising untuk pembangunan perpustakaan di propinsi Nusa Tenggara Timur.

Persiapan delegasi ke Kongres PPI Dunia

Dalam sesi terakhir, Kongres PPI juga membahas rencana PPI Selandia Baru untuk berpartisipasi dalam Kongres PPI Dunia Juli nanti di London, Inggris. Tahun ini, delegasi dari Selandia Baru akan diwakili pelajar dari PPI Auckland. 

Di sesi itu juga dibahas isu yang perlu "diangkat" PPI Selandia Baru ke Kongres PPI Dunia. Sesuai dengan pengalaman PPI Selandia Baru dalam menyelenggarakan 
"Indonesia Night," peserta kongres sepakat pentingnya mengangkat isu "manajemen event budaya Indonesia yang profesional untuk mempromosikan budaya Indonesia yang menarik kepada masyarakat setempat."

Ramah Tamah dengan Dubes Tantowi 

Dalam kongres ini, beberapa pejabat KBRI hadir untuk berdiskusi dengan pelajar, di antaranya Koordinator Fungsi Politik, Firdauzie Dwiandika; Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Pendidikan, Wanton Saragih dan Atase Pertahanan, Ridha Hermawan. 

Di sesi penutup kongres, PPI Selandia Baru menyelenggarakan Temu Ramah bersama Duta Besar baru RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. Momen ini merupakan kesempatan baik bagi peserta kongres, karena dapat bertukar pandangan dan menyampaikan hasil-hasil kongres secara langsung kepada Dubes Tantowi, yang baru tiba di Selandia Baru 3 hari sebelumnya. 

Momen bertemu bersama 'dubes baru' ini dimanfaatkan para pelajar untuk menyampaikan harapan pentingya dukungan optimal Dubes Tantowi dan KBRI Wellington bagi penguatan peran PPI dalam berkontribusi bagi bangsa. 

Selanjutnya dalam pesan-pesannya kepada 50-an pelajar yang hadir, Dubes Tantowi menyampaikan bahwa pelajar harus memiliki keyakinan bahwa mereka akan menjadi pemimpin masa mendatang. Selain itu, ia menegaskan pelajar juga perlu berterima kasih kepada orang tua dan negara.

"Ini agak klise, tapi saya benar-benar yakin kalian semua adalah pemimpin masa depan. Selain itu, jangan lupa berterima kasih kepada orang tua dan juga negara Indonesia," demikian penuturan Wanton Saragih, Minister Counsellor Pensosbud dan Pendidikan mengutip pesan Dubes Tantowi.


Dubes Tantowi di hadapan PPI Selandia Baru. (Foto: PPI Selandia Baru/KBRI Wellington)


(WIL)