Pemukim Israel Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsa

Fajar Nugraha    •    Senin, 27 Aug 2018 09:05 WIB
palestina israel
Pemukim Israel Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsa
Masjid Al Aqsa menjadi tempat ziarah bagi umat Muslim di Yerusalem (Foto: AFP).

Yerusalem: Puluhan pemukim Israel menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan pasukan Israel. Sebelumnya pihak keamanan Israel menahan paksa empat orang warga Palestina yang bekerja untuk lembaga amal di Yerusalem.
 
Dilaporkan, lebih dari 80 pemukim menggerebek situs yang sangat sensitif pada Minggu 26 Agustus 2018 pagi waktu setempat. Tindakan para pemukim Israel ini dianggap melakukan tindakan provokatif terbaru.
 
Langkah ini dianggap sebagai pelanggaran kesepakatan 1967 antara Israel dan Yordania yang menjadi penjaga masjid. Menurut perjanjian itu, para jamaah non-Muslim dapat mengunjungi tempat itu tetapi dilarang berdoa di sana. Demikian diberitakan Press TV, Senin 27 Agustus 2018.
 
Pihak Israel sering menutup mata ketika mengetahui para pemukim memasuki situs tersebut. Umumnya para pemukim Israel ini melaksanakan ritual keagamaan yang bertentangan dengan kesepakatan tersebut.
 
Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menculik empat warga Palestina yang bekerja untuk organisasi Wakaf Islam selama penggerebekan di kompleks Masjid Al-Aqsa.
 
Penggerebekan dilakukan pada Sabtu 25 Agustus dengan menargetkan mereka yang bekerja untuk Komite Organisasi Rekonstruksi Al-Aqsa.
 
Kantor berita International Middle East Media Center menyebutkan, mereka yang ditargetkan diketahui bernama Issa Dabbagh, Bassem Zghayyar, Jom'a Manasra, dan Hamad Alqam.
 
Dikatakan keempat orang itu dibawa pergi saat melakukan tugas mereka. Kemudian keempatnya dipindah ke pusat penahanan dan interogasi al-Qashla di Kota Tua Yerusalem.
 
Ini bukan pertama kalinya pihak Israel melakukan menargetkan lembaga tersebut. Juli lalu, dilaporkan bahwa pasukan Israel merampas sejumlah besar dokumen rahasia yang dimiliki oleh organisasi itu.
 
Kepala Al-Quds International Center mengatakan, perampasan terjadi usai tiga berlangsungnya baku tembak di dekat lokasi kantor mereka pada 14 Juli.
 


(FJR)